x

Komnas Perempuan Minta Usut Tuntas Kasus Ibu Hamil Tewas Kena Peluru

3 minutes reading
Monday, 6 Jul 2026 07:59 0 93 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) meminta kasus ibu hamil yang tewas usai terkena peluru di Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah, diusut tuntas. Ibu hamil itu diketahui berinisial MD.

“Peristiwa ini merupakan dugaan pelanggaran serius terhadap hak perempuan atas hidup, rasa aman, dan kesehatan. Komnas Perempuan menegaskan kewajiban negara untuk menjamin penyelidikan yang independen, imparsial, menyeluruh, dan transparan guna mengungkap fakta, memastikan akuntabilitas dan pemulihan bagi keluarga korban, serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai hukum,” ujar Komisioner Komnas Perempuan Yuni Asriyanti, dikutip dari detikcom, Senin (6/6/2026).

Yuni mengungkap bahwa terdapat lima peristiwa kekerasan dan merenggut nyawa perempuan di Papua dalam kurun waktu 9 bulan terakhir. Dia menyebut kekerasan tersebut terus berulang dan belum ada penyelesaian yang bersperktif pada hak asasi manusia (HAM).

“Kasus MD bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Berdasarkan pantauan media yang dilakukan, sedikitnya lima peristiwa kekerasan yang merenggut nyawa perempuan di tanah Papua dalam sembilan bulan terakhir. Kejadian-kejadian tersebut bagian dari pola kekerasan yang terus berulang dalam situasi konflik bersenjata dan belum memperoleh penyelesaian yang efektif, akuntabel, dan berperspektif hak asasi manusia,” katanya.

Komnas Perempuang selama periode 2021 hingga 2025 menerima 75 pengaduan kekerasan terhadap perempuan dari Papua. Dari keseluruhan pengaduan tersebut, sekitar 40 persen melaporkan dugaan keterlibatan aparat atau pejabat negara sebagai pelaku.

“Negara memiliki kewajiban konstitusional dan kewajiban berdasarkan hukum HAM internasional untuk melindungi perempuan dari kekerasan. Indonesia telah meratifikasi CEDAW melalui UU Nomor 7 Tahun 1984 yang mewajibkan negara memberikan perlindungan efektif bagi perempuan,” ucapnya.

Komnas Perempuan memberi tiga rekomendasi untuk pengusutan peristiwa itu:

1. Melakukan investigasi yang independen, imparsial, menyeluruh, dan transparan atas kematian MD, serta menjamin pertanggungjawaban pidana dan etik terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

2. Memastikan dan memberikan pemulihan menyeluruh bagi keluarga korban, mencakup dukungan psikososial, jaminan keamanan, dan akses efektif terhadap keadilan, tidak hanya pada kasus MD juga pada kasus-kasus serupa yang lebih dulu terjadi namun belum menunjukkan titik terang kepada publik.

3. Melakukan evaluasi komprehensif atas pendekatan keamanan di Papua yang selama ini diterapkan, mengingat terus berlangsungnya dan berulangnya kekerasan bersenjata dan pengungsian warga sipil, termasuk penataan kembali penugasan aparat keamanan dan penarikan bertahap pasukan militer baik organik maupun non-organik dari ruang-ruang pemukiman dan wilayah yang menempatkan warga, khususnya perempuan dan anak, dalam ancaman berkelanjutan.

Sebagai informasi, peristiwa itu terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Intan Jaya, pada Kamis (2/6/2026). Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M Wirya Arthadiguna, menyebut pelaku penyerangan merupakan OPM pimpinan Peles Tigau. Para pelaku menembakkan peluru di tiga titik berbeda dalam rentang waktu 15 menit.

“Berdasarkan laporan lapangan, analisis kronologi, dan pemetaan lokasi, gangguan tembakan dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit,” terangnya. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!