Bangunan di Bandung yang terdampak longsor / Foto: detikJabar (Rifat Alhamidi) BICARAINDONESIA-Jakarta : Longsor terjadi di Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Akibatnya, empat bangunan dengan rincian masjid, madrasah dan dua rumah warga hancur.
Meski tidak memakan korban jiwa, kerusakan yang ditimbulkan longsor tersebut berdampak begitu fatal. Madrasah mengalami kerusakan yang besar setelah nyaris seluruh bangunannya ambrol ke bawah.
Sementara dua rumah warga hancur di bagian dapur dan kamar mandinya. Sedangkan kondisi masjid mengalami jebol di bagian tembok pinggirnya sehingga tidak bisa digunakan untuk ibadah.
Dilansir dari detikJabar, Sabtu (18/7/2026), longsor terjadi pada Senin (13/7) malam. Wakil Wali Kota Bandung Erwin sudah meninjau langsung lokasi tersebut dan sedang mencarikan opsi bantuan proses pembangunan kembali.
“Sekarang kita coba atasi masyarakat yang di rumah itu. Kita bantu dari Dinas Sosial, terus pembangunan dari DPKP, dibantu juga dari Baznas, dan ada pihak swasta yang Alhamdulillah mau kolaborasi untuk renovasi itu,” ujar Erwin.
Dari pengamatan sepintas, longsor terjadi karena empat bangunan itu hanya ditopang tiang coran yang kurang memadai. Sementara di bawahnya, dibiarkan kosong sehingga membebani tiang penopang bangunan.
“Saya lihat sih fondasinya nggak benar. Fondasi itu kan daerahnya memang curam, jadi memang sekarang ini lagi didesain sama Dinas Cipta Bintar supaya pondasinya kuat, supaya bagus. Karena saya lihat besinya juga kecil-kecil, tidak sesuai spek lah untuk bangunannya,” kata dia.
Erwin memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Area sekitar empat bangunan itu saat ini sudah dipasang garis pengaman karena khawatir terjadi longsor susulan.
“Parah, enggak bisa dipakai lagi karena risiko longsor kembali. Jadi ini mah harus diperbaiki dulu. Memang masyarakat meminta kepada kita supaya secepatnya, karena itu masjid di daerah situ satu-satunya untuk Jumatan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Erwin mengatakan keempat bangunan yang hancur itu tidak memungkinkan untuk direlokasi ke tempat yang lain. Sebab, daerah di sana termasuk kawasan padat penduduk yang minim untuk lahan baru
“Kalau relokasi kayaknya nggak ada. Dengan daerah sempit itu, kayaknya harus diperbaiki. Apalagi itu lahan-lahan masyarakat, bukan lahan pemerintah. Kita hanya coba membantu. Kita cek dulu. Mungkin kalau dari DPKP dengan anggaran belanja tidak terduga, malau dari Baznas dengan anggaran Baznas ada. Kita juga coba meminta, mengajukan CSR ke Bank BJB. Mudah-mudahan bisa bantu,” tuturnya.
Saat ini kata Erwin, penghuni rumah sudah mengungsi ke rumah kerabatnya. Keempat bangunan itu pun tidak boleh digunakan dulu karena rawan terjadi longsor susunan.
“Mereka sudah mengungsi sih, makanya kita bantu dulu sebelum pembangunan untuk kebutuhannya kita bantu beras dan lain-lain. Karena kalau ini dibiarkan, susulan pasti. Makanya dipasang police line dulu supaya nggak ada orang masuk ke situ,” pungkas Erwin. (Ka/dtc)