x

Lonjakan Asma-ISPA Terjadi di Malaysia, Dipicu Kabut Asap Karhutla Indonesia 

2 minutes reading
Monday, 24 Aug 2026 15:44 0 118 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Kuala Lumpur:  Terjadi lonjakan tajam untuk kasus asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Malaysia di tengah kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut, imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Dr Dzulkefly Ahmad, seperti dilansir The Star, Senin (24/8/2026), melaporkan bahwa sistem pemantauan sentinel Kementerian Kesehatan untuk pekan epidemiologi terbaru telah mendeteksi kasus asma melonjak tajam sebesar 259 persen, sedangkan kasus ISPA meningkat sebesar 124 persen.

“Kasus ISPA mencatat angkat tertinggi sebanyak 3.674 kasus, meningkat dari 1.637 kasus, sedangkan kasus asma mencapai 219 kasus dibandingkan 61 kasus sebelumnya,” ungkap Menkes Malaysia tersebut, dalam pernyataan pada Minggu (23/8/2026).

Namun Dr Dzulkefly menambahkan bahwa kasus konjungtivitis — peradangan selaput lendir pada kelopak mata — justru mengalami penurunan sebesar tujuh persen.

“Sementara itu, kasus konjungtivitis turun menjadi 146 kasus dari 157 kasus,” imbuhnya.

Dalam pernyataannya, Dr Dzulkefly juga mengungkapkan bahwa tujuh wilayah Malaysia telah mencatat angka Indeks Polutan Udara (API) pada level tidak sehat hingga Minggu pagi  (23/8/2026) waktu setempat.

Ketujuh wilayah itu terdiri atas lima wilayah di Sarawak, yakni Serian (level 197), Kuching (level 185), Sri Aman (level 178), Samarahan (176), dan Sarikei (128), kemudian dua wilayah lainnya di Sungai Petani di Kedah dan Taiping di Perak, dengan bacaan API masing-masing mencapai level 126.

Angka API pada level 101 hingga 200 dikategorikan tidak sehat, sedangkan level 201 hingga 300 tergolong sangat tidak sehat, dan level di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Dr Dzulkefly mengimbau masyarakat, khususnya yang menderita asma dan gangguan pernapasan lainnya, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara diselimuti kabut asap. Bagi orang-orang yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan pelindung pernapasan yang memadai.

“Pastikan asupan cairan mencukupi, hindari paparan yang tidak perlu, dan patuhi pedoman yang dirilis oleh kementerian,” ucapnya.

“Jika Anda mengalami gejala apa pun, segera periksakan diri dan cari pengobatan,” cetus Menkes Malaysia tersebut. (Rz/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!