Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam sebuah kegiatan/Foto: int BICARAINDONESIA-Jakarta: Batang hidung Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid tak terlihat dalam rapat di Komisi II DPR, Selasa (15/9/2026), usai anak buah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK kasus dugaan suap di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Senin kemarin.
Ketidakhadiran Nusron pun semakin menguatkan isu bahwa dari belasan orang yang terjaring operasi senyap itu, termasuk diantaranya Nusron Wahid. Namun belakangan informasi itu dibantah KPK.
Tapi yang jelas, daam rapat yang membahas pengelolaan aset pemerintah daerah dan Aset BUMD itu, Nusron diwakili Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan.
Selain dihadiri sejumlah gubernur, rapat juga dihadiri Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Ketidakhadiran Nusron, sempat disinggung Ketua Komisi II DPR, Rifqinizami Karsayuda.
Usai rapat, Ossy tak menjawab saat ditanya soal alasan ketidakhadiran Nusron. Namun, dia menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Ossy juga meminta agar semua pihak tak berspekulasi karena belum ada keterangan resmi dari KPK. Dia meminta semua pihak menunggu.
“Jadi pada posisi itu saya bisa menjawab saat ini dari sisi Kementerian ATR/BPN, tidak perlu kita membuat spekulasi ataupun kontroversi lainnya. Kita tunggu sama-sama, APH pasti menyampaikan secara resmi apa yang terjadi,” katanya.
KPK menangkap sejumlah pihak dengan barang bukti uang hingga ratusan miliar dalam operasi tersebut. Operasi senyap itu diduga terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.
Total ada 17 orang yang diamankan tim penindakan KPK. Beberapa di antaranya yang ditangkap yakni anak buah Nusron, yakni Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lapri.
Kemudian ada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi. Termasuk di antaranya ada nama kolega Nusron di Golkar, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq.
“Untuk detail dari konstruksi perkara ini, bagaimana kronologi peristiwa tertangkap tangan, nanti kami akan update kembali karena malam ini masih akan dilakukan ekspose untuk menetapkan ya,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Wartawan sudah coba menghubungi dua nomor ponsel yang biasa dipegang Nusron untuk menanyakan soal OTT di lingkungan Kementerian yang dipimpinnya, namun hingga berita ini terbit belum direspons. (Ty/cnnindonesia)