Evakuasi kru helikopter yang jatuh di perairan Seruyan, Kalimantan Tengah/foto: Dok. Istimewa
BICARAINDONESIA-Jakarta: Helikopter milik TNI Angkatan Darat yang ikut dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami kecelakaan ketika melakukan operasi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.
Atas insiden itu, TNI Angkatan Darat langsung mengerahkan personel untuk mengevakuasi delapan orang kru helikopter yang berada di helikopter nahas tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi TNI AD, peristiwa kecelakaan helikopter Mi 17V5 dari Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) itu terjadi pada Rabu (3/11/2026) pukul 11.18 WIB.
Kecelakaan bermula ketika helikopter lepas landas dari Kuala Pembuang pukul 09.55 WIB. Helikopter tersebut berangkat untuk menangani karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Saat mengambil air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala terbang hingga akhirnya jatuh di sungai. Sesaat setelah peristiwa itu, TNI AD langsung mengirimkan personel untuk mengevakuasi para kru lewat jalur udara.
“Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya,” seperti dikutip siaran pers tersebut, sebagaimana dilansir Antara.
Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Sedangkan lima orang dalam kondisi selamat dan sedang menjalani perawatan di RS yang sama.
“Sementara itu, dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi,” terang siaran pers tersebut.
TNI AD menyatakan akan terus mencari kru yang hilang sambil menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan. (Rz/dtc)