x

Nepal dan China Wanti-wanti soal Banjir Dahsyat Susulan

2 minutes reading
Saturday, 29 Aug 2026 07:50 0 77 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Otoritas Nepal dan China mewanti-wanti soal adanya risiko banjir susulan di kawasan Himalaya. Peringatan ini dirilis karena danau yang terbentuk di kedua sisi perbatasan Nepal-Tibet akibat tanah longsor sebelumnya, berpotensi jebol dan meluapkan air bah ke kawasan yang diterjang banjir bandang dahsyat pekan ini.

Dilansir dsri detikcom, Sabtu (29/8/2026), baik Nepal maupun China menyatakan, banjir bandang itu disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran deras berupa bebatuan, material es, lumpur, dan puing-puing yang menerjang sistem sungai pegunungan Himalaya. Perubahan iklim itu diyakini menyebabkan mencairnya gletser di seluruh dunia, sehingga meningkatkan risiko banjir danau glasial dan runtuhnya gletser.

Dari peringatan yang dirilis otoritas penanggulangan bencana Nepal dinyatakan bahwa permukaan air di sebuah danau, yang terbentuk akibat tumpukan puing yang membendung sungai di lokasi yang dilanda banjir, sedang mengalami kenaikan dan berisiko jebol.

“Warga di bantaran yang lebih rendah… para penumpang, petugas penyelamat yang terlibat dalam operasi penyelamatan, dan semua pihak terkait diminta untuk sangat berhati-hati dan tetap berada di tempat yang aman, jauh dari bantaran sungai dan area-area yang berisiko,” demikian bunyi peringatan otoritas Nepal pada Kamis (27/8) tersebut.

Hal senada juga disampaikan otoritas China, melalui media pemerintah CCTV, memperingatkan bahwa danau yang terbentuk setelah tanah longsor melanda perbatasan China-Nepal menghadapi “risiko tinggi jebol dan mengalirkan air bah ke hilir”.

Ketinggian air diperkirakan akan meningkat selama tiga hari ke depan dan mencapai puncaknya sekitar tanggal 1 September mendatang. Situasi ini diperburuk oleh prakiraan cuaca yang memperkirakan hujan akan turun di wilayah tersebut selama tiga hari ke depan.

“Berdasarkan prakiraan, volume air yang masuk ke danau dapat mencapai sekitar 3 juta meter kubik dalam tiga hari ke depan, di tengah hujan deras yang terus mengguyur, yang meningkatkan risiko jebolnya danau yang dapat mengalirkan air bah ke hilir dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut di berbagai wilayah, termasuk Pelabuhan Gyirong dan area hilir lainnya,” demikian bunyi peringatan yang dilaporkan kantor berita Xinhua, pada Kamis (27/8) tengah malam.

Terbentuknya danau buatan itu terekam dalam video yang diambil dari udara oleh tim penyelamat China pada Kamis (27/8) waktu setempat. Dari video itu tampak massa air berwarna cokelat yang terkumpul di sebuah cekungan, yang tidak tampak memiliki saluran keluar.

Kumpulan air itu terlihat menenggelamkan semak-semak dan pepohonan, dan tampak menekan penghalang yang terbentuk dari tumpukan puing dan bebatuan. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!