x

Oknum Polisi Bertingkah Koboy Obral Pelor di Sei Rotan, Rumah Warga jadi Sasaran

2 minutes reading
Tuesday, 8 Sep 2020 15:55 0 134 admin

BICARAINDONESIA-Percut Seituan : Tindakan tegas aparat kepolisian yang menindak tegas segala pelaku kriminal dengan senjata api yang dimilikinya tentunya patut diapresiasi.

Namun, dengan senjata api yang dimilikinya itu, bukan berarti aparat kepolisian bisa berbuat sesuka hati hingga ujung-ujungnya masyarakat yang jadi korban.

Peristiwa itu pula yang terjadi di Jl. Sidomulyo, Gang Keluarga, Dusun VII, Desa Sei Rotan, Kec. Percut Seituan, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara saat sejumlah oknum polisi yang mengaku dari Polres Belawan, bertindak ala Koboy yang mengobral pelor di tengah pemukiman warga pada Senin malam, 7 September 2020 sekitar pukul 19.30 WIB

Sialnya, akibat tindakan membabi buta ketika mengejar pelaku begal, rumah warga justru yang menjadi sasaran hingga memicu kerusakan.

Hermawati Dasopang saat menceritakan peristiwa penembakan yang mengenai kediamannya/foto : dis

Adalah kediaman keluarga pasangan suami istri Darman Harahap dan Hermawati Dasopang yang menjadi sasaran. Akibat obral peluru itu, kaca jendela rumahnya pecah dan tembus hingga tembus ke tembok rumah.

Bahkan Hermawati yang saat itu sedang berbaring sambil menonton televisi, nyaris terkena peluru yang jatuh disisinya.

“Kemarin malam ada sekitar 6 orang polisi yang gerebek ke rumah Adit,” kisahnya sambil menunjuk rumah sasaran polisi yang berjarak sekitar 10 meter dari kediamannya, Selasa malam (8/9/2020).

Meski lokasi penggerebekan itu agak jauh, namun ia mengaku sempat mendengar 2 kali tembakan yang membuat warga sekitar heboh.

Belum lagi kepanikannya hilang, wanita 45 tahun itu sontak kaget ketika peluru turut menembus kaca rumahnya hingga menembus tembok.

“Saya pas tiduran sambil nonton tv. Hampir kena juga saya. Karena jarak saya cuma 1 meter aja dari jatuhnya peluru,” jelasnya dengan wajah yang masih mengisyaratkan trauma mendalam sambil menunjukkan proyektil peluru yang tertinggal di dalam rumahnya.

Setelah itu, tanpa pesan atau kata maaf, seluruh petugas kepolisian itu langsung pergi meninggalkan lokasi sambil membawa seorang tersangka yang disebut-sebut bernama Suhendra alias Een.

Sementara, sambil terbata-bata, ia pun berharap agar ada tanggungjawab dari pihak kepolisian atas kerugian yang dialaminya.

“Maunya gantilah kaca rumah kami ini, masak gak ada yang tanggungjawab,” harapnya.

Penulis : Feri
Editor : Yudis

 

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x