x

Pekerja Diimbau Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

2 minutes reading
Monday, 7 Sep 2026 08:16 0 103 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencapai wilayah Jakarta. Wamenaker Afriansyah Noor mengimbau para pekerja untuk menggunakan masker.

“Iya, kami mengimbau semua pekerja dan masyarakat umum untuk kalau keluar rumah pakai masker,” ujar Afriansyah dikutip dari detikcom, Senin (7/9/2026).

Masyarakat disarankan untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu. Afriansyah juga meminta masyarakat tetap berdiam diri di rumah hingga dampak abu vulkanik mereda.

“Disarankan lebih baik berdiam diri dulu. Semoga erupsi segera reda dan berakhir,” kata Afriansyah.

Kendati demikian, hingga kini belum ada imbauan work from home (WFH) bagi para pekerja. Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masih memantau perkembangan terkini seputar sebaran abu vulkanik tersebut.

“Sampai sekarang kita masih monitor seluruh perkembangannya. Semoga ada keputusan dari pemerintah, tetap waspada,” katanya.

Sebaran Abu Vulkanik Sampai Jakarta
Berdasarkan laporan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9), BMKG menyebut sebaran abu mencapai wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta. BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

“Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” tulis BMKG dalam situs resminya.

Klaster pertama mengarah ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebaran abu pada klaster ini mencapai ketinggian 20.000 kaki.

“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” papar BMKG.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati mengarah ke barat daya-barat laut. Wilayah terdampak mencakup sebagian Lampung dan sekitarnya.

“Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten,”jelasnya. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!