x

Perdamaian AS-Iran Batal Gegara Israel Serang Lebanon, Harga Minyak Dunia Melambung Lagi

2 minutes reading
Friday, 19 Jun 2026 19:59 0 77 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Pembicaraan perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Swiss berakhir batal menyusul ulah Israel meningkatkan serangan terhadap Lebanon. Dampaknya, harga minyak dunia kembali melambung tinggi.

Melansir Reuters, Jumat (19/6/2026), pada perdagangan hari ini pukul 06.45 GMT atau 13.45 WIB, harga minyak mentah Brent yang kerap menjadi patokan global tercatat naik 51 sen atau 0,64% menjadi US$ 80,36 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,28 atau 1,7% menjadi US$ 77,88 per barel.

Padahal sebelumnya harga kedua patokan minyak dunia itu sudah turun cukup drastis seiring prospek gencatan senjata yang sudah berjalan cukup lama dan perjanjian damai AS-Iran. Bahkan kedua kontrak itu diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan sekitar 8%.

Sebagai contoh, kedua patokan harga minyak global tersebut sempat menyentuh titik terendah sejak awal Maret 2026 pada perdagangan Kamis (17/6) kemarin karena beberapa kapal tanker, termasuk tiga kapal berbendera Saudi yang membawa 6 juta barel minyak mentah, bisa berlayar melalui Selat Hormuz.

Kapal tersebut berhasil melintas selat itu hanya beberapa jam setelah presiden Iran dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang mereka.

Para analis memperkirakan kesepakatan ini akan melepaskan lebih dari 85 juta barel minyak yang sempat terperangkap di Teluk Timur Tengah ke pasar global. Perjanjian ini juga mencakup pencabutan sanksi AS terhadap minyak Iran, yang akan semakin meningkatkan pasokan.

“Para pedagang masih menunggu bukti konkret bahwa lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz benar-benar kembali normal sebelum berkomitmen pada penurunan harga selanjutnya,” kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM.

Namun sayang, kerentanan akan perjanjian damai AS-Iran ini harus kembali diuji oleh tindakan Israel yang malah meningkatkan serangan terhadap Lebanon.

Belum lagi dikabarkan pembicaraan AS dengan para negosiator Iran terkait pakta penyelesaian konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung hari ini, Jumat (19/6) karena Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan rencana perjalanannya. Hal ini menambah ketidakpastian mengenai prospek perdamaian antar kedua negara.

“Harga mungkin telah mencapai titik terendah dan kita mungkin akan melihat kenaikan kembali yang disertai dengan banyak volatilitas karena keretakan telah muncul dalam nota kesepahaman,” kata Vandana Hari selaku pendiri perusahaan penyedia jasa analisis pasar minyak Vanda Insights. (Rz/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!