x

Puluhan Delegasi Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Termasuk Indonesia

2 minutes reading
Friday, 25 Sep 2026 11:27 0 107 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, meninggalkan ruang sidang saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap untuk berpidato di Sidang Majelis Umum PBB.

‎Dilansir dari detikcom, Jumat (25/9/2026), sebuah video dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, memperlihatkan bahwa delegasi Indonesia kompak berdiri mengikuti delegasi lain meninggalkan bangku.

‎Bench Indonesia dalam ruangan itu kosong. Puluhan delegasi juga tampak melakukan hal yang sama.

‎

‎Sementara itu, dilansir AFP, tim Netanyahu yang berada di dalam ruangan justru berdiri dan bertepuk tangan. Netanyahu bahkan melontarkan kata ‘pengecut’ ke delegasi yang walk out.

‎”Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi,” kata Netanyahu kepada para delegasi yang meninggalkan ruang sidang.

‎Pidato Netanyahu disampaikan dalam konteks pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober, di mana ia memanfaatkan forum PBB untuk melancarkan serangan terhadap para kritikus kebijakan Israel.

‎Salah satu yang menjadi sasaran Netanyahu adalah Mamdani, Walikota New York yang merupakan politikus Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut.

‎Netanyahu menyebut, Mamdani sebagai sosok antisemit dan menuding banyak warga Yahudi merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih menjadi wali kota.

‎”Sejak Anda terpilih sebagai walikota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman,” ujar Netanyahu.

‎Mamdani sebelumnya memang mengkritik keras Netanyahu dan sempat menyatakan akan mengeksekusi surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki kewenangan. Namun, Mamdani kemudian mengakui dirinya tidak mempunyai kewenangan tersebut.

‎ICC pada 2024 menyatakan, terdapat dasar yang masuk akal untuk meyakini Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang dalam operasi Israel di Gaza. Netanyahu membantah tuduhan tersebut.

‎Serang Inggris dan Prancis

‎Netanyahu juga melontarkan kritik terhadap Inggris dan Prancis yang selama ini merupakan mitra Israel, tetapi belakangan semakin terbuka mengkritik kebijakan pemerintah Israel.

‎Inggris dan Prancis diketahui telah memberlakukan sejumlah sanksi terbatas terhadap ekspor Israel dari wilayah Tepi Barat yang diduduki.

‎Netanyahu menyinggung sejarah kolonial kedua negara saat membalas tuduhan bahwa Israel menjalankan kolonialisme.

‎”Mereka menuduh Israel, Israel yang kecil, melakukan kolonialisme. Siapa yang menuduh kami? Di antara mereka adalah orang-orang di Inggris dan Prancis. Demi Tuhan, mereka yang menciptakan istilah itu,” kata Netanyahu.

‎Hubungan antara Netanyahu dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah lama diwarnai ketegangan, terutama setelah Macron mengadvokasi negara-negara Barat untuk mengakui Palestina sebagai negara di Majelis Umum PBB tahun lalu.

‎Macron juga mengkritik kondisi di Gaza dan Tepi Barat dalam pidatonya di PBB tahun ini.

‎(ki/dtc)

LAINNYA
x