x

PVMBG Buka Suara Soal Kabar Gunung Lawu Bakal Erupsi Besar

3 minutes reading
Friday, 19 Jun 2026 19:58 0 82 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) angkat bicara soal kabar Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar. Kabar itu viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

Disebutkan bahwa Gunung Lawu masuk daftar gunung yang diperkirakan akan mengalami erupsi besar dalam waktu dekat karena diduga terjadi kenaikan magma. Narasi tersebut juga mengklaim kantong magma Gunung Lawu mulai penuh dan mendapat tekanan tektonik dari jalur Bojonegoro.

Terkait kabar itu, PVMBG memastikan informasi tersebut hoaks. Ketua Tim Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Heruningtyas Desi Purnamasari menjelaskan, Gunung Lawu merupakan gunung api tipe B. Artinya, Gunung Lawu tidak memiliki catatan erupsi magmatik setelah tahun 1600.

“Memang Gunung Lawu saat ini tipenya B ya, atau gunung api tipe B itu disebut juga gunung api yang ketika erupsi magmatik ya itu minimal satu kali dari tahun 1600 sampai sebelumnya. Jadi sejak 1600 itu Gunung Lawu belum pernah erupsi lagi,” ujar Heruningtyas dikutip dari detikJatim, Jumat (19/6/2026).

Ia menjelaskan, berbeda dengan gunung api tipe A, Gunung Lawu tidak memiliki status atau tingkat aktivitas gunung api yang dibagi dalam level normal, waspada, siaga, dan awas. Sebab, status tersebut hanya berlaku untuk gunung api tipe A yang dipantau secara intensif oleh PVMBG.

“Nah, kalau untuk gunung api tipe B itu tidak ada level aktivitas, tingkat aktivitas atau status gunung apinya,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya sempat menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas anomali di Gunung Lawu. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) diterjunkan untuk melakukan survei geokimia, termasuk pengukuran gas dan analisis data lainnya.

Namun, hasil penyelidikan menunjukkan kondisi Gunung Lawu masih normal dan tidak ditemukan anomali sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Nah, dari hasil itu didapatkan lah bahwa untuk yang Gunung Lawu pada waktu itu aktivitasnya itu masih normal seperti itu ya. Jadi tidak ada anomali seperti yang diinformasikan oleh masyarakat,” tegas Heruningtyas.

Dia menduga narasi yang beredar berasal dari akun yang kerap menyebarkan informasi bohong terkait kebencanaan. Pihaknya pun tak mengetahui apa motif di baliknya

“Setelah ditelusuri oleh tim kami, ini memang ada akun yang dia itu khusus untuk menyebarkan berita-berita hoaks seperti itu ya. Jadi, dia tuh tidak hanya terkait tentang gunung api, tapi juga terkait tentang adanya gempa besar, tsunami, segala macam,” katanya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tidak panik serta mengkonfirmasi berita-berita hoax itu dari kanal-kanal resmi Badan Geologi. Jadi Badan Geologi itu ada Magma Indonesia, di dalamnya itu juga dapat melihat aktivitas Gunung Api Tertinggi. Juga untuk berita-berita yang menimbulkan kepanikan itu untuk masyarakat diimbau tidak langsung panik atau percaya. Jadi harus di-crosscheck kebenarannya,” imbaunya.

Sebelumnya, di media sosial beredar kabar bahwa Gunung Lawu berpotensi mengalami erupsi besar sewaktu-waktu. Dalam unggahan itu disebutkan terdapat indikasi lava naik karena adanya tekanan dari jalur Bojonegoro. Narasi tersebut juga mengaitkan kondisi tersebut dengan tekanan lempeng yang disebut tinggi di wilayah Bojonegoro serta mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lawu untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berikut narasi yang beredar dalam unggahan tersebut:

“Gunung no 7 yg akan erupsi besar adalah gn Lawu, saat ini ada indikasi lava naik , (chamber ada yg mulai penuh ) ada tekanan dari jalur Bojonegoro (maka bojonegoro salah satu kota yg tinggi tekanan lempeng, erupsi dipetkirakan sangat besar, ya waspada sekitar gn lawu.” (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!