x

Remaja di Tanjungpinang Meninggal Usai Minum Obat dari Puskesmas

3 minutes reading
Wednesday, 10 Jul 2024 13:50 0 91 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Usai meminum obat dari puskesmas, seorang remaja berinisial D (13) di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), meninggal dunia. D sempat mengalami kejang-kejang sebelum ahirnya meninggal dunia.

Orang tua D, Lia, mengatakan dia awalnya membawa anaknya ke Puskesmas Sei Jang, Tanjungpinang pada Selasa (9/7/2024) kemarin setelah mengeluh sakit.

“Kemarin anak saya mengeluh sakit perut, sama sakit kepala, saya ajak berobat ke Puskesmas Sei Jang. Sebelum dibawa berobat kakeknya punya alat pengukur tensi digital dan diukur hasilnya 178/123, kata kakeknya tinggi. Karena tensinya tinggi saya bawa ke puskesmas,” ujar Lia, Rabu (10/7/2024).

Saat di puskesmas, kata Lia, anaknya sempat ditanyakan keluhan oleh dokter yang menanganinya. Saat itu ibu korban juga menyatakan tensi anaknya dalam kondisi tinggi namun diacuhkan dokter.

“Ditanya sama dokter, apa keluhan anak saya, dipencet perut anak saya. Anak saya mengaku sakit. Kemudian dokter tanya apa ada pusing, anak saya bilang sakit, bilang kepalanya berdenyut. Kemudian Saya tanya dokter tensi anak saya tinggi, saya tanya apa tak diukur lagi tensinya dokter bilang tidak perlu diukur lagi,” ungkapnya.

D kemudian diberikas resep obat usai diperiksa  oleh dokter puskesmas Sei Jang. Resep itu kemudian ditukarkan di bagian farmasi puskesmas.

“Saya dikasih resep dokter kemudian ditebus di farmasi. Dikasih 5 macam obat. Ada 3 jenis obat diberikan sesudah makan dan 2 sebelum makan,” kata dia.

Lia menyebut usai dari puskesmas dirinya sempat membawa anaknya ke sekolahnya. Kemudian membeli sarapan dan pulang ke rumah.

“Sampai di rumah saya kasih makan obat, tapi anak saya memang dari kecil tidak minum obat. Saya paksa minum obat. Beberapa lama kemudian anak saya bilang ngantuk, kemudian ia tidur. Tak berapa lama kemudian sekitar 5-10 menit kondisi anak saya kejang, kemudian dibangunkan oleh suami,” bebernya.

“Dalam kondisi kejang saat tidur itu mulut dan hidung anak saya berbusa. Saat kejang saya panggil tetangga semua untuk dibawa. Dalam mobil busa yang keluar dari mulut makin deras dan dan busa di bagian hidung berbusa,” sambung Lia.

Sesampainya di puskesmas dan ditangani, beberapa saat kemudian anaknya dinyatakan meninggal. Lia sempat mempertanyakan obat apa yang diberikan kepada anaknya saat berobat pagi hari.

“Saya tanya obat apa yang dikasih ke anak saya, orang di puskesmas tak ada yang jawab. Kemudian saya dipanggil dokter dan diberitahukan anak saya sudah meninggal. Jarak saya kasih obat dan sampai dilarikan ke puskesmas tak sampai 1 jam,” ujarnya.

Terkait kejadian itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, mengaku telah mendapat laporan. Ia menyebut penangan pasien anak tersebut telah sesuai prosedur.
“Sudah ada laporan ke dinkes. Tidak ada kelalaian penangan, sudah sesuai SOP,” kata Rustam.

Rustam mengatakan bahwa dari laporan puskesmas, obat yang diberikan ke pasien anak itu berupa obat mual hingga diare. Ia menyebut obat yang diberikan merupakan obat biasa.

“Obat untuk mual, diare, oralit, zinc. Obat obat biasa aja,” katanya.

Terkait kejadian tersebut, Rustam mengaku tak melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ia menyebut hal itu tidak dilakukan karena keluarga telah melaporkan kejadian itu ke kepolisian.

“Tidak ada penyelidikan lebih lanjut, Keluarga sudah lapor ke polisi dan penanganan kita serahkan ke kepolisian,” tandasnya.

LAINNYA
x