x

Remaja Tenggelam di Lokasi Wisata Batu Jalur Kotarih Sergai, 2 Selamat 1 Hilang

2 minutes reading
Monday, 31 Aug 2020 04:48 0 229 admin

BICARAINDONESIA-Serdangbedagai : Tim gabungan Basarnas bersama masyarakat dan pihak Polsek Kotarih sejak Senin dinihari (31/8/2020) hingga siang ini masih melakukan pencarian terhadap jasad Muhammad Faiz Azmi, remaja warga Desa Pematangkasih, Kec. Pantai Cermin, Kab. Serdangbedagai (Sergai), Sumatera utara.

Sebelummya, korban dinyatakan hilang saat bermain air pada hari Minggu kemarin di lokasi wisata baru pemandian Batu Jalur, Desa Perbahingan Kec. Kotarih, Sergai.

Sebelumnya, Aditiya rekan korban yang menjadi saksi mata menjelaskan, saat kejadian itu mereka berjumlah 8 orang masing-masing Dani, Dayat, Lambang, Aditya, Frend,Presto, Dian dan Faiz yang semuanya warga Pematangkasih, Kec. Pantai Cermin datang ke pemandian itu. Ketika bernain di aliran sungai berarus deras itulah beberapa dari mereka termasuk Aditya sempat tenggelam juga.

“Awalnya saya yang tenggelam dan terseret arus deras sungai batu jalur, namun berhasil diselamatkan teman-teman yang lain, selanjutnya dian ikut tenggelam dan coba diselamatkan oleh Faiz, lagi-lagi dian yang beberapa menit tenggelam akhirnya dapat diselamatkan dengan kondisi yang sudah lemas, tapi saat semua Tim Sar sibuk menyelematkan Dian ternyata kami kehilangan Faiz,” ujar Aditya sedih.

Kapolsek Kotarih AKP Juliapan Panjaitan yang turun ke lokasi kejadian bersama personel Satreskrim Polres Serdangbedagai, tampak melihat langsung lokasi yang menjadi titik awal tenggelamnya korban.

Namun Juliapan enggan memberikan keterangan terkait tenggelamnya remaja Pantai Cermin itu.

Sementara, salah seorang pengunjung Ahmad sangat menyayangkan kejadian tenggelamnya seorang pengunjung di wisata Batu Jalur yang kini tengah populer bagi wisatawan lokal dan dari berbagai daerah karena keindahan air sungainya yang deras, namun dari sisi pengamanan dari pihak pengelola terlihat lemah.

“Tim Sar atau pengamanan di lokasi pemandian Batu Jalur ini hanya terlihat beberapa orang saja, tidak sebanding dengan pengunjungnya yang ratusan orang setiap pekannya, dan tidaknya adanya pengeras suara dari pihak pengelola untuk mengimbau titik-titik berbahaya di aliran sungai Batu Jalur ini agar pengunjung berhati-hati dan dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,” harap Ahmad.

Penulis : BSR
Editor : Yudis

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x