x

Sembunyikan Pisau di Sepatu, Pria Asal Indonesia Ditangkap Polisi Singapura di Bandara Changi

2 minutes reading
Sunday, 30 Aug 2026 10:52 0 70 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Singapura: Petugas kepolisian Singapura meringkys seorang pria asal Indonesia di Bandara Changi. Penangkapan dilakukan setelah laki-laki 33 tahun itu ketahuan menyembunyikan pisau di dalam sepatu saat menjalani pemeriksaan keamanan di area pemeriksaan terpusat Terminal 4 bandara itu.

Dikutip dari The Strait Times, Minggu (30/8/2026), menurut kepolisian Singapura pada Jumat, pria tersebut menyembunyikan pisau sepanjang 19,5 sentimeter dengan panjang bilah 12 sentimeter, di dalam kaus kakinya sehari sebelumnya. Pisau tersebut dibungkus dengan beberapa lapis kantong plastik dan direkatkan menggunakan selotip.

Petugas keamanan penerbangan yang mengoperasikan mesin pemindai sinar-X mendeteksi benda tajam mencurigakan di dalam sepatu kanan pria tersebut. Petugas kemudian meminta pria itu untuk melepas sepatu sebelum melanjutkan pemeriksaan melalui jalur pemindaian.

Pria itu selanjutnya dibawa ke ruang pemeriksaan. Petugas kemudian menemukan sebuah pisau beserta sarungnya yang disembunyikan di dalam sepatunya.

Pria itu harus berurusan dengan hukum negara tersebut setelah didakwa membawa senjata ofensif di tempat umum. Jika terbukti bersalah, pria tersebut dapat menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun dan sedikitnya enam kali hukuman cambuk.

Kepolisian Singapura menegaskan bahwa mereka memandang serius segala upaya membawa senjata ofensif ke ruang publik.

“Para pelancong diingatkan bahwa siapa pun yang ditemukan memiliki senjata ofensif tanpa tujuan yang sah akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata kepolisian.

Bandara Changi Singapura merupakan salah satu bandara tersibuk dan terbaik di dunia. Berdasarkan data yang disebutkan dalam laporan tersebut, Changi menangani 34,8 juta penumpang pada paruh pertama 2026, meningkat 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meskipun terjadi gangguan perjalanan akibat krisis di Timur Tengah. (Ty/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!