x

Suhu Tertinggi di Korsel Pecah Rekor, Tembus 42,5 Derajat Celsius

2 minutes reading
Monday, 3 Aug 2026 12:09 0 96 Teuku Yan

BICARAINDONESIA: Gelombang  panas terus menyebar ke sejumlah negara di Eropah hingga Asia. Bahkan di Korea Selatan (Korsel) mencatatkan suhu tertinggi sejak pencatatan dimulai lebih dari seabad yang lalu.

Otoritas memperingatkan masyarakat untuk “segera” menghentikan semua aktivitas luar ruangan di daerah yang terdampak.

Badan Meteorologi Korea di situs webnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/8/2026), Kota Yangsan di tenggara mencatatkan rekor suhu mencapai 42,5 derajat Celsius pada hari Ahad (2/8/2026) pukul 13.26 (0426 GMT).

Yangsan telah menjadi pusat gelombang panas yang sedang berlangsung, di mana suhu melebihi 40C untuk hari kelima berturut-turut pada hari Ahad. Sementara banyak kota lain termasuk Daegu dan Busan mengalami kenaikan suhu hingga di atas 30 derajat Celsius.

Orang-orang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan atau kafe ber-AC untuk menghindari suhu yang sangat panas. Mereka juga memanfaatkan air mancur di kota untuk membasuh tubuh.

“Saya tidak bisa memikirkan hal lain selain tinggal di tempat-tempat ber-AC seperti rumah, pusat perbelanjaan, dan kafe,” kata pekerja kantoran, Ju Dong-yeol (27).

Lebih dari 20 wilayah berada di bawah peringatan gelombang panas darurat pada hari Minggu — kategori peringatan baru yang diperkenalkan tahun ini untuk mengatasi kenaikan suhu dengan lebih baik.

Peringatan darurat dikeluarkan ketika wilayah yang mengalami gelombang panas diperkirakan akan mencapai suhu 38C atau 39C untuk hari itu.

Dengan mengeluarkan peringatan panas, badan cuaca mendesak masyarakat untuk “segera menghentikan semua aktivitas di luar ruangan”, menambahkan bahwa “ruang dalam ruangan tanpa pendingin udara berbahaya”.

“Segera pindah ke tempat yang sejuk, seperti pusat pendinginan yang ditunjuk atau area yang teduh, dan tetap terhidrasi saat beristirahat,” saran badan cuaca tersebut.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti gelombang panas menjadi lebih sering dan intens sebagai akibat dari perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Yang menambah cuaca ekstrem adalah kembalinya El Nino tahun ini — fenomena iklim alami yang menghangatkan suhu permukaan Samudra Pasifik dan biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun.

Eropa juga mengalami musim panas yang terik tahun ini, dengan gelombang panas berkepanjangan yang memicu suhu di atas 40C di beberapa bagian selatan Eropa. (Rz/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!