Kolase foto Hendrikus (kiri) dan Nus Kei (kanan). Nus Kei tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026) / Foto: TribunBengkulu BICARAINDONESIA-Jakarta : Polisi menungkap salah satu terduga pelaku penikaman terhadap Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59) berlatar belakang atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA). Nus Keidiketahui ditikam olehdua pria berinisial HR (28) dan FU (36) hingga meninggal saat di bandara.
Penangkapan yang dipimpin oleh Kapolres AKBP Rian Suhendi tersebut dilakukan sekitar dua jam setelah insiden terjadi.
“Dua jam pasca kejadian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku,” ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi, Minggu (19/4/2026).
Rosita mengatakan HR dan FU langsung dibawa menuju Polres Maluku Tenggara untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” katanya.
Berdasarkan kronologi, peristiwa bermula saat Nus Kei baru saja mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4), usai menempuh penerbangan dari Bandara Pattimura, Ambon. Ia dijemput oleh pihak keluarga dan sempat berbincang sejenak di area depan pintu keluar bandara.
Tak berselang lama, seorang pria bermasker yang mengenakan jaket merah tiba-tiba mendekat dan langsung menikam korban. Dalam kondisi terluka, Nus Kei sempat berupaya berjalan menuju ruang tunggu bandara untuk menyelamatkan diri.
Namun, ia akhirnya terjatuh akibat pendarahan. Mengetahui hal tersebut, petugas bandara yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan.
Di saat yang bersamaan, kakak korban sempat berupaya mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil melarikan diri setelah sempat memberikan perlawanan.
Nus Kei meninggal dunia sekitar pukul 11.44 WIT akibat pendarahan parah dan kerusakan pada organ vital. Berdasarkan pemeriksaan, korban mengalami empat luka tusuk yang berada di bagian dada kanan dan kiri, leher sisi kiri, serta area tulang belakang.