x

Tuntut Kampus Aknira Diaktifkan, Oknum Anggota DPRD Nias Utara Susupi Aksi Mahasiswa

2 minutes reading
Tuesday, 8 Sep 2020 09:29 0 205 admin

BICARAINDONESIA-Nias Utara : Oknum Anggota DPRD Kab. Nias Utara berinisial HH menyusup di dalam barisan mahasiswa Aknira yang menuntut kejelasan operasional perkuliahan karena setahun terakhir mengalami kelumpuhan, Selasa (8/9/2020).

Hasil pantuan dilapangan, disaat mahasiswa sedang orasi, HH yang mengenakam pakaian preman dan mengenakan jaket putih, serta menggunakan masker warna merah bergaris putih, secara spontan memasuki lingkaran puluhan mahasiswa sambil mencoba membubarkan pendemo.

Bukannya berhasil, upayanya justru semakin membakar semangat mahasiswa itu. Karena niatnya gagal, tak lama berselang, oknum wakil rakyat itu pun keluar dari barisan massa.

Aksi puluhan mahasiswa menuntut kampus Aknira segera dioperasikan/foto : ega

Aksi mahasiswa itu sendiri berlangsung di Kantor Bupati Nias Utara. Mereka menuntut sikap dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Nias Utara untuk memperjelas status Akademi Komunitas Negeri Nias Utara (Aknira) yang saat ini terkatung-katung.

Dalam orasinya, mahasiwa menuntut Bupati Nias Utara Marselinus Ingati Nazara agar menuntaskan persoalan kampus mereka yang saat ini belum terjalin kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara melalui Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU).

“Kami menuntut Bupati Nias Utara untuk datang menemui kami disini dan menjelaskan status Aknira yang tidak jelas rimba operasionalnya,” teriak seorang orator demo.

Mereka menilai Pemkab Nias Utara lepas tangan terhadap nasib mereka sebagai mahasiswa dalam menimba ilmu dibangku perkuliahan.

“Nasib kami bagaimana pak Bupati, kami ini anak-anakmu, kenapa dibiarkan Aknira ditenggelamkan atau sengaja masa depan kami dihancurkan?,” pekik massa.

Diketahui bahwa Aknira tidak beroperasi hampir setahun terakhir. Bahkan penerimaan mahasiswa baru ditiadakan termasuk honor dan biaya operasional kampus tidak dibiayai oleh Pemda Nias Utara lagi.

Sementara, kampus yang sudah berdiri sejak 2013 dibawah bimbingan Politani Payakumbuh, Sumatera Barat hingga batas tahun 2017 untuk mempersiapkan Satker Mandiri dan syarat utamanya gedung kampus.

Syarat tersebut kemudian tidak terpenuhi dan solusi lainnya harus kerjasama dengan PSDKU Universitas Sumatera Utara. Kini, Pemkab Nias Utara tak kunjung menjalin kerjasama. Alhasil, perasional kampus tersebut terkatung-katung.

Penulis : Ega
Editor : Yudis

 

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x