Tim SAR Kota Medan mengevakuasi jenazah salah satu dari reruntuhan bangunan pasca ledakan rumah mewah di Komplek Grand Polonia kemarin/foto: wm BICARAINDONESIA-Medan: Pasca ledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia Medan Senin kemarin, proses evakuasi para korban yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan masih terus dilakukan hingga Selasa (21/7/2026) pagi ini
Melibatkan berbagai alat berat, petugas kepolisian dari Polrestabes Medan dan petugas SAR Kota Medan, terus berjibaku mencari jejak penghuni rumah nomor 3B yang tertimbun di antara puing bangunan berlantai tiga itu.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak yang terus memantau perkembangan kasus ledakan ini kembali menjelaskan, total keseluruhan, ada 3 penghuni rumah yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan.
“Ada 3 yang mau kita evakuasi. Dari ketiga itu, Basarnas sudah menyampaikan bahwa ada 3 titik yang berbeda tapi masih dalam satu area yakni di lantai dua,” ungkapnya, Selasa dinihari.
Dijelaskannya, identitas para korban yang semuanya perempuan adalah istri pemilik rumah, seorang pengasuh anak (baby sitter) dan seorang asisten rumah tangga (art).
“Ada tiga korban lain yang bisa kita evakuasi dalam keadaan selamat yakni bapak pemilik rumah sekarang dalam keadaan sehat, balita anak pemilik rumah yang sekarang dirawat di rumah sakit Colombia dan seorang kurir paket yang terdampak saat mengantar paket dan kini sedang dirawat,” paparnya.
Sementara, sekitar pukul 02.00 WIB dinihari, petugas akhirnya berhasil menemukan satu korban yang tertimpa bangunan dalam kondisi meninggal dunia.
Menurut data kepolisian, korban adalah J, merupakan istri pemilik rumah berinisial J. Wanita 43 tahun itu ditemukan terjepit tembok rumah yang ambruk.
Proses evakuasi korban berlangsung dramatis. Setelah membongkar bagian reruntuhan bangunan yang menghalangi, sekitar pukul 02.30 WIB, jenazah korban berhasil dibawa keluar rumah yang sudah hancur.
Sementara itu, hingga ini, pencarian terhadap dua korban wanita lainnya yaitu baby sitter berinisial S dan ART berinisial R. (WM/ty)