Usai China Mundur, Indonesia Tak Masuk Kandidat Tuan Rumah Piala Asia

BICARAINDONESIA-Jakarta : Usai China mundur jadi tuan rumah Piala Asia 2023, saat ini AFC belum menentukan siapa calon penggantinya.

Sejatinya ada tiga negara yang disebut paling antusias untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2023. Namun nama Indonesia tidak disebut.

Sebanyak 24 negara bakal berlaga di Piala Asia 2023 telah diketahui. Setelah 13 negara sebelumnya sudah lebih dulu lolos tanpa kualifikasi, 11 negara lain menyusul lewat kualifikasi.

Timnas Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil lolos setelah menjadi salah satu dari lima runner-up terbaik di kualifikasi.

Tim yang berpartisipasi di Piala Asia 2023 yakni, Jepang, Suriah, Qatar, Korea Selatan, Australia, Iran, Arab Saudi, UEA, China, Irak, Oman, Vietnam, Lebanon, Yordania, Indonesia, Palestina, Uzbekistan, Thailand, India, Hong Kong, Bahrain, Malaysia, Tajikistan, Kirgistan.

Adapun putaran final Piala Asia 2023 dijadwalkan berlangsung pada 16 Juni hingga 16 Juli 2023.

Hingga saat ini, AFC belum menentukan negara mana yang akan menjadi tuan rumah setelah China mengundurkan diri.

Kendati demikian, AFC memastikan rencana dan waktu penyelenggaraan Piala Asia 2023 tetap sama.

AFC juga mengirimkan tawaran kepada federasi anggota untuk menjadi tuan rumah, salah satunya Indonesia.

Namun, PSSI selaku induk sepak bola Indonesia mengaku masih ragu untuk mengambil tawaran AFC tersebut.

Pasalnya, Piala Asia 2023 digelar bersamaan dengan Piala Dunia U-20 2023 yang dihelat di Tanah Air.

“Kami lagi proses komunikasi ke AFC karena ternyata jadwal pertandingan Piala Asia 2023 bersamaan dengan Piala Dunia U-20 2023. Sebelum Piala Dunia U-20 2023 berakhir, Piala Asia 2023 sudah mulai digelar,” kata Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.

Sejauh ini baru 3 negara yang benar-benar antusias dengan rencana ini. Ketiga negara tersebut adalah Qatar, Arab Saudi dan Jepang.

Awalnya, Australia juga merupakan kandidat kuat. Namun, lantaran sibuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2023 yang dimulai 20 Juli, Australia juga mundur.

Australia juga mengirim sinyal untuk berharap AFC akan memindahkan jadwal Piala Asia 2023, tetapi kemungkinan ini sangat kecil.

“Kecuali ada perubahan tanggal pertandingan, Federasi Sepak Bola Australia tidak akan bisa menyelenggarakan acara tersebut tahun depan,” tulis News.au.

Oleh karena itu, Qatar, Arab Saudi, dan Jepang masih dianggap sebagai tiga kandidat terakhir.

Banyak sumber mengatakan jika Qatar menjadi tuan rumah, mereka ingin AFC mengizinkan Piala Asia 2023 berlangsung pada Januari 2024.

Ada banyak alasan mereka menginginkan perubahan ini, penyebab yang paling penting mungkin adalah kondisi cuaca.

Drawing

Jika mengikuti pola jarak waktu drawing Piala Asia edisi sebelumnya, maka kemungkinan medio Oktober 2022 ini.

Bisa saja lebih cepat, bisa juga lebih lambat, bergantung pada kondisi yang dihadapi AFC. Drawing itu dilakukan berdasarkan pembagian pot unggulan yang berbasis ranking FIFA.

Ada sejumlah perubahan ranking FIFA yang terjadi setelah Kualifikasi Piala Asia 2023. Negara-negara yang baru saja lolos mendapatkan kenaikan ranking FIFA karena poin mereka bertambah.

Timnas Indonesia, misalnya, naik 4 tingkat dari 159 ke 155. Malaysia mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni 7 tingkat dari 154 ke 147. Thailand tetap di posisi 111 sejak rilis terakhir ranking FIFA 31 Maret lalu.

Edisi terbaru

Jika drawing Piala Asia 2023 dilakukan Oktober nanti, maka kemungkinan besar masih ada perubahan ranking FIFA.

Pasalnya, ada FIFA matchday pada 19-27 September. Namun, ranking FIFA saat ini, sebelum dirilis resmi nanti, tidak bersahabat dengan Skuad Garuda.

Ranking itu menempatkannya di posisi terbawah pot 4 atau unggulan terakhir. Untuk bisa naik kelas ke pot 3 sebelum drawing, mustahil bagi Indonesia.

Tim Merah-Putih paling tidak harus bisa menggeser Kirgistan dari peringkat 95. Menang dalam 5 FIFA matchday sekalipun belum tentu bisa mengatrol posisi Timnas Indonesia ke peringkat Kirgistan itu.

Di pot 1 hampir pasti diisi tim-tim sangat kuat dengan ranking FIFA tertinggi, yaitu Iran, Jepang, Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, dan Qatar. Keenam tim ini menjadi wakil Asia yang lolos ke Piala Dunia 2022.

Nah, jika Indonesia di pot 4, maka pasti akan satu grup dengan salah satu dari tim-tim terkuat itu.

Beda cerita kalau Indonesia bersedia dan terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia 2023. Bila itu yang terjadi, maka pasukan Shin Tae-yong otomatis berada di pot 1 dan terhindar dari tim maut.

Penulis / Editor : @-red/*Amri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *