Masjidi Haram di Kota Makkah, Arab Saudi/foto: dis BICARAINDONESIA-Jakarta: Seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul situasi keamanan terkini, termasuk serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Demikian pengumuman yang dirilis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.
Melalui imbauan situasi keamanan dan perjalanan, KBRI Riyadh meminta WNI menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.
Khusus bagi WNI yang berada di Riyadh, KBRI mengimbau agar tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan Bandara Internasional King Khalid.
WNI yang memiliki rencana penerbangan diminta memeriksa dan mengonfirmasi jadwal serta status penerbangan secara langsung kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara.
KBRI Riyadh juga mengingatkan WNI untuk tetap berada di lokasi yang aman, mematuhi arahan otoritas setempat, serta memantau informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi, KBRI Riyadh, pihak bandara, dan maskapai penerbangan.
“KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, serta selalu memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan pihak terkait. Tetap waspada dan utamakan keselamatan,” bunyi keterangan tertulis yang diunggah melalui akun media sosial @indonesiainriyadh, Sabtu (10/10/2026).
Nomor Darurat bagi WNI di Arab Saudi
Selain itu, KBRI Riyadh juga turut mengingatkan WNI mengenai sistem peringatan dini darurat yang disediakan pemerintah Arab Saudi melalui Saudi Civil Defense. Sistem tersebut dapat mengirimkan pesan peringatan langsung ke ponsel masyarakat dengan nada khusus.
Apabila menerima pesan peringatan darurat, WNI diminta tetap tenang dan mengikuti instruksi resmi yang tercantum dalam pesan tersebut.
Berikut nomor darurat yang dapat dihubungi di Arab Saudi:
– 911 untuk wilayah Riyadh, Makkah, Madinah, dan Provinsi Timur (Eastern Province).
– 998 untuk wilayah lain di Arab Saudi.
KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI untuk tetap waspada, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan otoritas setempat demi menjaga keselamatan.
Asosiasi Imbau Jemaah Cek Penerbangan Umrah
Selain KBRI Riyadh, asosiasi haji dan umrah turut mengimbau jemaah memeriksa jadwal penerbangannya. Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Bidang Umrah, Fatma Kartika Sari, mengimbau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan jemaah terus memantau status penerbangan mereka menyusul serangan Houthi di bandara Arab Saudi terutama King Khalid, Riyadh.
“Kami mengimbau untuk terus memantau status penerbangan. Pastikan jadwal penerbangan masih sesuai sebelum menuju bandara,” ujar Fatma, dikutip dari situs Himpuh, Minggu (11/10/2026).
Fatma mengingatkan PPIU dan jemaah yang masih di Arab Saudi terus memantau perkembangan situasi keamanan dan mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait. Dia minta PPIU dan jemaah umrah menjadikan informasi dari KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, dan pemerintah Arab Saudi sebagai acuan dalam mengambil langkah. (Rz/dtc)