x

Wow! Korut Tes Rudal Bom Klaster, Daya Hancur Hingga 13 Hektare

2 minutes reading
Sunday, 1 Nov 2026 10:38 0 101 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Korea Utara kembali menguji coba rudal balistik taktis berhulu ledak klaster untuk memperkuat pertahanan dan kesiapan tempur mereka di tengah dinamika keamanan kawasan. Langkah ini merupakan upaya berkelanjutan Pyongyang dalam mengembangkan senjata canggih guna mengantisipasi ancaman lawan.

‎AFP, Minggu (1/11/2026), melansir bahwa uji coba bom klaster tersebut dilaksanakan pada Sabtu. Uji coba ini merupakan kelanjutan dari serangkaian tes persenjataan Korea Utara, yang kini mencakup drone serang, torpedo presisi, hingga rudal hipersonik.

‎”Uji coba tersebut dilakukan untuk menilai kemampuan adaptasi tempur serta daya hancur hulu ledak bom klaster yang dipasang pada rudal balistik taktis,” lapor Kantor Berita Korean Central News Agency (KCNA).

‎Para pejabat menyatakan, senjata itu mampu meluluhlantakkan area target seluas 12 hingga 13 hektare dengan daya hancur berkepadatan tinggi.

‎”Dalam tahun ini, kami akan memastikan unit-unit militer mampu memilih dan menggunakan berbagai jenis senjata tersebut sesuai dengan tujuan operasional dan karakteristik spesifik target,” ujar direktur jenderal Administrasi Rudal Korea Utara.

‎Menurut Arms Control Association, bom klaster adalah senjata konvensional yang dirancang untuk menyebarkan ratusan submunisi peledak di wilayah yang luas.

‎Dokumentasi foto yang dirilis oleh KCNA menampilkan momen peluncuran proyektil dari unit peluncur mobile, yang ditandai dengan semburan api berwarna oranye. Dalam visual lainnya, terlihat pula dampak kehancuran yang ditimbulkan oleh serangan bom klaster saat mengenai sasaran di sebuah pulau.

‎Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tidak hadir pada uji coba tersebut. Sebelumnya, ia sempat mengawasi uji coba peluncuran hulu ledak bom klaster yang dipasang pada rudal balistik pada bulan April, didampingi oleh putrinya, Ju Ae.

‎Ketegangan meningkat di perbatasan setelah ledakan ranjau melukai tiga tentara Korea Selatan. Korea Utara membantah terlibat, tetapi berencana memperketat pertahanan dan mengaktifkan kembali propaganda melalui pengeras suara. (ki/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!