x

12 Gudang Bulog di NTT Rusak Akibat Gempa

3 minutes reading
Monday, 24 Aug 2026 08:59 0 67 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Gempa bumi dahsyat yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan kerusakan terhadap 12 gudang bulog. Direktur Utama (Dirut) Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kerusakan gudang terjadi pada dinding gudang.

Kendati adanya kerusakan, ia mengatakan stok beras dipastikan tetap aman. Adapun total gudang Bulog di wilayah NTT sekitar 46 gudang dengan kapasitas mencapai 50.400 ton.

Rizal pun telah menugaskan Direktur SDM Perum Bulog untuk segera melakukan perbaikan terhadap 12 gudang yang mengalami kerusakan. Hal ini guna menjamin keamanan stok beras yang tersimpan di gudang BULOG.

“Sehingga kemarin rusak, sudah kami berangkatkan Direktur SDM untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 budak kami yang mengalami kerusakan, khususnya dinding-dindingnya,” ujar Rizal di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Rizal menyampaikan dari 12 gudang yang rusak cukup parah berada di wilayah Ruteng yang membuat kapasitasnya mengalami penurunan. Kendati demikian, Rizal menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan mitigasi untuk memastikan stok beras tersebut aman dengan memindahkan stok berasnya ke tenda milik BNPB. Ia juga telah menugaskan kepada kepala cabang Bulog di Ruteng untuk segera menyalurkan beras tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Karena kondisinya sudah jebol dindingnya, oleh karena itu kami geser supaya tidak rusak berasnya, kena air dan lain sebagainya. Kita masukkan tenda, pinjam tenda BNPB dan tendanya TNI untuk kita tempatkan beras tersebut di dalam tenda tersebut, namun kita kasih palet bawahnya supaya tidak kena air dan lain sebagainya,” paparnya.

Lebih lanjut, Rizal memastikan bahwa ketersediaan beras di wilayah korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini maupun ke depannya dalam kondisi aman. Saat ini stok beras di gudang Bulog yang tersebar di NTT mencapai 26.336 ton.

Rizal mengatakan bahwa Bulog juga akan memperkuat stok beras di NTT dengan mendatangkan tambahan beras melalui mobilisasi nasional (movnas) dari sejumlah wilayah sebanyak 67.446 ton dari sejumlah wilayah.

Rinciannya, sekitar 3.000 ton dari Jakarta, 20.646 ton dari Jawa Timur, 8.550 ton dari Sulawesi Selatan/Sulawesi Barat, serta 35.250 ton dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan begitu, secara keseluruhan, total stok beras Bulog ke depan di wilayah NTT mencapai 93.782 ton.

“Nah, stok beras di NTT yang seperti kami jelaskan tadi adalah 26.336 ton dan movnas yang kami dorong dari beberapa provinsi adalah 67.446 ton. Sehingga stok kami ke depan di NTT adalah 93.782 ton,” ungkapnya.

Diperkirakan kebutuhan beras di NTT sekitar 46.368 ton. Di mana kebutuhan tersebut meliputi bantuan bencana alam sebanyak 1.890 ton beras.

Kemudian antisipasi kemungkinan adanya perpanjangan masa tanggap darurat sebanyak 10 kali yang nilainya mencapai 18.900 ton.

Selain bantuan bencana, Bulog juga menyiapkan beras untuk program bantuan pangan Presiden selama tiga bulan. Dengan alokasi 10 kilogram beras per bulan untuk 852.631 penerima bantuan pangan, kebutuhan selama tiga bulan mencapai 25.578 ton.

“Oleh karena itu, stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT, yaitu 93.786 ton dikurang dengan kebutuhan tadi yang ada, baik dari kebutuhan bencana alam sampai dengan bantuan pangan 46.368 ton, sehingga masih ada stok sisa sekitar 47.414 ton,” kata Rizal. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!