“Peristiwa ini terjadi tadi siang sekitar pukul 11.05 Wita saat para pekerja sedang menggali dasar tembok penyengker. Satu orang atas nama Nyoman Sujana meninggal di Rumah Sakit Arisanthi setelah mendapatkan perawatan medis,” ujar Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Ngurah Suardita, Kamis (12/2/2026).
Longsor tersebut bermula dari pengerjaan proyek milik Dewa Putu Gede Purnomo yang lokasinya berada 4 meter lebih rendah dari rumah warga di atasnya. Kondisi beda tinggi ini memicu tembok penyengker merajan milik Dewa Made Artha jebol hingga material tanahnya menimbun para pekerja yang berada di bawah.
“Sudah sejak Selasa lalu pengerjaan perbaikan senderan ini dilakukan, tapi tiba-tiba saja tanah dari bagian atas longsor dan langsung menimbun tiga orang buruh yang sedang bekerja di lokasi,” tutur Ngurah Suardita.
Selain korban jiwa, dua rekan kerja korban, yakni Ketut Warta (50) dan I Wayan Cenik (45) mengalami luka-luka. Ketut Warta hanya tertimbun sebatas kaki, sementara Wayan Cenik yang tertimbun material cukup banyak kini masih menjalani perawatan intensif di RS Arisanthi Desa Mas.
“Korban Ketut Warta berhasil diselamatkan lebih awal karena posisinya hanya tertimbun sebagian, sedangkan Wayan Cenik dievakuasi menyusul. Untuk korban yang selamat saat ini masih dalam penanganan tim medis karena ada luka pada bagian paha dan tubuh lainnya,” katanya.
Proses evakuasi itu melibatkan personel Polsek Sukawati yang dipimpin langsung Kompol I Nyoman Wiranata bersama BPBD Gianyar dan warga setempat. Sekitar pukul 11.40 WITA korban pertama berhasil diangkat. Lalu, korban lainnya yang tuntas dievakuasi pada pukul 12.50 Wita.
“Setelah menerima laporan dari warga, tim gabungan dari Polsek dan BPBD langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. Saat ini area proyek sudah kami amankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti longsor tersebut,” pungkas Ngurah Suardita
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Busana Yadnya, memberi keterangan senada. Selain korban meninggal dunia, dua korban lainnya mengalami luka-luka. Satu korban mengalami luka berat dan satu korban lainnya mengalami luka ringan.
“Tiga orang tertimbun material longsor, Satu korban meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka. Seluruh korban sudah dievakuasi,” ujar Teja.