x

Karyanya Tembus Pasar, Warga Binaan Bangkit Dari Balik Jeruji Menuju Mandiri

2 minutes reading
Monday, 26 Jan 2026 20:14 0 81 Teuku Yudhistira

BICARAINDONESIA-Medan: Di samping memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) utama sebagai tempat perawatan dan pelayanan terhadap tahanan, namun bagi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, pembinaan kemandirian juga menjadi bagian penting yang harus dijalankan secara serius dan terukur.

Program pembinaan ini tidak sekadar berjalan sebagai formalitas, melainkan berorientasi pada hasil nyata yang memberikan manfaat langsung, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.

Hal tersebut dibuktikan melalui sejumlah produk hasil pembinaan yang telah dimanfaatkan secara konkret, di antaranya produksi tempe yang dikirimkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dapur Sehat Rutan Medan, dan beberapa UPT Pemasyarakatan di wilayah Medan.

Begitu juga dengan keripik yang dikirimkan mendukung program MBG serta produksi roti yang diperuntukkan membantu penguatan UMKM.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan telah mampu menghasilkan produk yang layak konsumsi, bernilai guna, dan memiliki kontribusi sosial.

Produk tempe dan roti hasil pembinaan warga binaan telah mengantongi sertifikat halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kota Medan dan ijin edar dari BPOM, sebagai jaminan bahwa proses produksi memenuhi standar kehalalan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.

Karutan Kelas I Medan Andi Surya menjelaskan, seluruh kegiatan pembinaan tersebut diawali dengan pelatihan keterampilan yang melibatkan tenaga profesional, mulai dari pelatihan pengolahan tempe berbasis higienitas pangan, pelatihan produksi dan pengemasan aneka keripik, hingga pelatihan pembuatan roti, manajemen usaha, dan dasar kewirausahaan.

“Pelatihan diselenggarakan melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder terkait, seperti Dinas Ketenagakerjaan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, serta BJPS Ketenagakerjaan Deliserdang, guna memastikan materi yang diberikan sesuai standar kompetensi kerja dan kebutuhan pasar,” sebutnya, Senin (26/1/2026).

Sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang diperoleh, kata Andi, warga binaan peserta pelatihan juga diberikan sertifikat pelatihan yang diberikan oleh Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, sehingga hasil pembinaan tidak hanya berupa pengalaman, tetapi menjadi bekal resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai modal keterampilan dan kepercayaan diri setelah menjalani masa penahanan.

“Melalui pembinaan yang terarah dan berbasis kolaborasi ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan wawasan usaha. Di samping itu, penjualan produk tersebut juga menghasilkan premi bagi warga binaan dalan bentuk tabungan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke masyarakat,” harapnya

Dengan demikian, pembinaan kemandirian di Rutan Kelas I Medan diharapkan mampu menjadi bekal nyata bagi warga binaan untuk lebih mandiri dan produktif setelah menjalani masa pidananya.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan pemesanan produk tempe, roti dan keripik, dapat menghubungi RAGUSTA BAKERY (081 – 3311 – 3310). (Rz/*)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!