x

Serangan Kelompok Separatis Pecah di Pakistan, 33 Orang Tewas

2 minutes reading
Sunday, 1 Feb 2026 18:33 0 61 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Kelompok separatis melancarkan serangan terkoordinasi di seluruh Provinsi Balochistan, Pakistan. Sedikitnya, 15 personel keamanan dan 18 warga sipil tewas akibat serangan itu.

AFP, Minggu (1/2/2026), kekerasan terbaru itu terjadi di wilayah barat daya yang dilanda pemberontakan tersebut pada Sabtu (31/1). Para pejabat mengatakan 92 militan termasuk ‘tiga pelaku bom bunuh diri’ juga tewas.

Pakistan telah memerangi pemberontakan separatis di Balochistan selama beberapa dekade. Kelompok itu sering melakukan serangan terhadap pasukan keamanan, warga negara asing, dan warga nonlokal di provinsi kaya mineral yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran itu.

Sayap media militer mengatakan serangan telah terjadi di beberapa lokasi termasuk ibu kota provinsi Quetta dan Gwadar.

“Delapan belas warga sipil yang tidak bersalah dan 15 personel keamanan tewas,” kata sayap media militer (ISPR) dalam sebuah pernyataan. Jumlah korban tewas di antara para militan mencapai 92 orang.

Kelompok separatis Baloch sebelumnya telah menargetkan warga sipil yang diyakini telah berkolaborasi dengan badan-badan negara. Seorang pejabat militer senior di Islamabad mengatakan serangan itu ‘terkoordinasi tetapi dieksekusi dengan buruk’.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, memuji pasukan keamanan karena ‘menggagalkan’ serangan tersebut.

“Kami akan melanjutkan perang melawan terorisme sampai benar-benar diberantas,” katanya dalam sebuah pernyataan, di mana dia menuduh India mendukung kelompok separatis.

Para pejabat polisi di empat distrik sebelumnya mengatakan bahwa serangan tersebut belum sepenuhnya terkendali. Di Quetta, ibu kota provinsi Balochistan, jurnalis AFP mendengar beberapa ledakan saat pengamanan ketat dikerahkan di seluruh kota.

Seorang pejabat senior di Quetta mengatakan kepada AFP bahwa militan telah menculik seorang wakil komisaris distrik. Seorang pejabat pemerintah senior di distrik lain mengatakan militan telah membebaskan setidaknya 30 narapidana dari penjara distrik, menyita senjata api dan amunisi. Mereka juga menyerang kantor polisi dan membawa amunisi bersama mereka.

Editor: Rizki Audina/*

LAINNYA
x
error: Content is protected !!