BICARAINDONESIA-Jakarta : Perkelahian terjadi di parlemen Turki setelah para anggota parlemen dari partai berkuasa dan oposisi ribut mengenai pengangkatan Menteri Kehakiman yang baru.
Associated Press, Kamis (12/2/2026), melansir bahwa para anggota parlemen oposisi mencoba menghalangi Jaksa Agung Istanbul Akin Gurlek untuk mengucapkan sumpah jabatan di parlemen setelah diangkat Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk memegang jabatan tertinggi di bidang peradilan.
Saat emosi memuncak, para anggota parlemen terlihat saling mendorong, bahkan beberapa di antaranya melayangkan tinju.
Sebagai Jaksa Agung Istanbul, Gurlek, sebelumnya telah memimpin persidangan tingkat tinggi terhadap beberapa anggota partai oposisi utama, Partai Rakyat Republik atau CHP. Persidangan tersebut telah lama dikecam oleh oposisi sebagai bermotivasi politik. Gurlek terlihat mengucapkan sumpah jabatan dikelilingi oleh para anggota parlemen dari partai yang berkuasa.
Erdogan juga menunjuk Mustafa Ciftci, gubernur provinsi Erzurum, sebagai menteri dalam negeri dalam perombakan kabinet pada Rabu (11/2) waktu setempat.
Ratusan pejabat dari wilayah yang dikelola CHP telah ditangkap dalam penyelidikan korupsi. Di antara mereka adalah Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang secara luas dianggap sebagai saingan utama Erdogan. Dia ditangkap tahun lalu.
Pemerintah Turki bersikeras bahwa lembaga peradilan bertindak secara independen. Tidak ada alasan resmi yang diberikan untuk perombakan kabinet pada hari Rabu tersebut.
Pengangkatan baru ini terjadi ketika Turki sedang membahas kemungkinan reformasi konstitusional dan mengejar inisiatif perdamaian dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang bertujuan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Parlemen diharapkan akan mengesahkan reformasi untuk mendukung proses tersebut.
Editor: Rizki Audina/*