x

Viral Riset Bodong oleh WNI di Forum Dunia

2 minutes reading
Wednesday, 27 May 2026 00:34 0 68 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Media sosial dibuat heboh dengan tindakan WNI yang diduga melakukan pemalsuan riset dalam rangka mengikuti konferensi ilmiah di beberapa negara. Pemalsuan riset itu diduga antara lain dilakukan dengan bantuan kecerdasan buatan atau AI.

“Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuwan dunia. Hal ini terungkap di konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah konferensi ilmiah bergengsi untuk ahli Pneumonia di seluruh dunia yang tahun ini diadakan di Kopenhagen, Denmark,” tulis sebuah akun di Threads.

Diduga pemalsuan tersebut merupakan modus agar para pelaku bisa mendapatkan grant untuk penelitian ilmiahnya berupa perjalanan ke luar negeri. Terdapat berbagai kejanggalan dalam riset mereka. Misalnya tempat penelitian yang jauh seperti Pegunungan Andes atau Ethiopia. Kemudian, identitas peneliti berubah-ubah.

Kabar ini membuat para netizen merasa gusar. Mereka menilai bahwa itu telah mencoreng nama Indonesia.

“Bagaimana mereka bisa mendapatkan dana travel grant dan lolos dari pengawasan bahwa riset mereka adalah palsu?” tulis sebuah akun di Threads.

“Sedih, peneliti kita yang berkibar di kancah internasional sudah semakin meningkat. Jangan sampe karena kasus ini jadi catatan merah dan jadi gak dipercaya,” ungkap akun yang lain.

“Ngomong depan ribuan ilmuwan internasional padahal penelitiannya palsu. Kacau banget malu-maluin akademisi dan scientist Indonesia,” sebut sebuah komentar.

“Kalo kata ak mah, riset dengan hasil negatif 1000 kali lipat lebih baik dibanding riset palsu,” timpal akun lainnya.

Namun ada juga yang meyakini kasus ini tidak akan berdampak pada peneliti lain di Indonesia.

“Masalah data dan tulisan palsu di konferensi Denmark itu masalah oknum. Gak mungkin satu negara kena,” ungkap seorang warganet. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!