x

Trump Tuding Iran Langgar Kesempatan Damai, AS Kembali Serang Iran!

2 minutes reading
Saturday, 27 Jun 2026 22:14 0 84 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Perdamaian di Timur Tengah mendadak buyar setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah dan langsung melancarkan serangan kepada Iran.

Murka ini dipicu atas dugaan dari Trump bahwa Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata di Selat Hormuz.

Seperti diketahui, AS dengan Iran disebut telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia.

Komando Pusat AS mengatakan pesawat-pesawatnya telah diterbangkan untuk menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai. Serangan dilakukan pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat

“Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata. Lebih lanjut, perilaku berbahaya Iran telah merusak kebebasan navigasi karena perdagangan melalui koridor perdagangan internasional yang vital,” kata Komando Pusat dikutip dari CNBC, Sabtu (27/6/2026).

Kesepakatan Damai

Padahal, tepat seminggu yang lalu Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk berdamai danmengakhiri perang antara kedua negara.

Sementara, Trump ditanya oleh seorang reporter di Gedung Putih terkait konsekuensi bagi Iran karena melanggar gencatan senjata. Trump memberikan jawaban tersirat bahwa akan ada konsekuensi besar bagi Iran.

“Anda akan mengetahuinya,” ucap Trump.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran membantah negaranya menyerang lebih dulu dan melanggar kesepakatan. Ia menyebut, AS yang telah melanggar gencatan senjata dan sengaja menuduh Iran melakukan pelanggaran.

“Menyusul pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis di Lebanon selatan, beberapa jam yang lalu, rezim AS yang melanggar perjanjian, seperti biasa, melanggar komitmennya dan, dengan berbagai dalih, menyerang pantai Republik Islam Iran dengan serangan udara karena lewatnya kapal yang melanggar melalui jalur yang tidak sah di Selat Hormuz,” tuturnya. (Ty/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!