x

Bantah Minta AS Hentikan Serangan, Iran Tegaskan Soal Selat Hormuz No Deal!

2 minutes reading
Monday, 3 Aug 2026 10:51 0 101 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Teheran: Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Teheran meminta penghentian rencana serangan AS, langsung dibantah Pemerintah Iran. Bahkan Iran menyebutnya sebagai “kebohongan”.

Iran juga menegaskan sejauh ini tidak ada kesepakatan apa pun untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dirinya membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran setelah “diminta oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya”.

Trump mengklaim bahwa “batasan-batasan kesepakatan telah disetujui”, yang menurutnya mencakup “pembukaan Selat Hormuz dengan segera, sepenuhnya, dan total” dan “diakhirinya ancaman nuklir Iran”.

Sejumlah pejabat militer Iran, seperti dikutip kantor berita Mehr News Agency dan dilansir Anadolu Agency, Senin (3/8/2026), membantah keras klaim-klaim Presiden AS tersebut.

“Klaim Trump bahwa Iran meminta agar serangan dihentikan hanyalah sebuah kebohongan lainnya, dan upaya putus asa untuk memeras para penguasa Teluk, serta menekan mereka melalui ancaman,” demikian pernyataan para pejabat Iran itu, yang dipublikasikan pada Ahad (2/8/2026).

Ditegaskan juga bahwa pasukan Iran tetap berada pada “tingkat kesiapsiagaan tertinggi” dan siap menghadapi segala kemungkinan.

“Jika konfrontasi tak terelakkan, medan pertempuran akan menjadi penentu,” kata para pejabat senior Iran, yang tidak disebut namanya itu, seperti dikutip Mehr News Agency.

“Pada tahap itu, semua pihak akan memahami siapa yang memegang kendali dan siapa yang akan mengambil keputusan akhir,” tegas para pejabat senior Iran itu.

Terpisah, seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran membantah laporan soal kesepakatan telah dicapai untuk membuka kembali Selat Hormuz.

“Belum ada kesepakatan yang dicapai mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz,” ujar sumber tersebut kepada kantor berita Fars News Agency.

Sedangkan seorang sumber militer yang mengetahui situasi tersebut juga mengatakan kepada Fars bahwa jalur perairan strategis itu akan tetap ditutup selama AS terus melakukan “tindakan bermusuhan”.

Menurut sumber tersebut, kapal-kapal hanya diizinkan melintasi melalui rute pelayaran yang tela ditetapkan dan dengan izin dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sebelumnya pada Sabtu (1/8/2026), Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer AS terhadap Iran, yang sebelumnya dilaporkan akan dilancarkan bersama-sama dengan Israel.

Dia menyebut bahwa Teheran dan negara-negara Timur Tengah lainnya meminta waktu untuk memfinalisasi kerangka kesepakatan damai.

Presiden AS itu juga menyebutkan bahwa Israel turut serta dalam komitmen tersebut, atau yang berarti Tel Aviv juga membatalkan rencana serangannya. (Rz/detikcom)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!