x

Pray for Kalimantan Menggema di Medsos, Warganet Ramai Panjatkan Doa

2 minutes reading
Friday, 21 Aug 2026 08:08 0 688 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Seruan “Pray for Kalimantan” menggema di media sosial (medsos). Lewat seruan unggahan itu, warganet ramai-ramai memanjatkan doa untuk Kalimantan.

Dari yang dilihat tim redaksi, Jumat (21/8/2026), unggahan itu berisi gambar Pulau Kalimantan yang dipenuhi lingkaran merah di berbagai penjuru. Di dalamnya juga terdapat kalimat “Kalimantan bukan sekedar hamparan hutan, melainkan sumber nafas dan masa depan kita bersama. Mengirimkan peluk dan doa dari jauh, semoga bumi lekas pulih, kembali menghijau, dan semua aspek kehidupan terdampam senantiasa dalam lindungan-Nya.”

Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir di media sosial X ramai dibagikan tangkapan layar Google Maps maupun peta Fire Information for Resource Management System (FIRMS) milik NASA. Banyak warganet mengaku kaget melihat banyaknya indikasi kebakaran tersebar dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah hingga wilayah lain di pulau tersebut.

Makin was-was lagi banyak unggahan foto maupun video kondisi di Kalimantan yang dipenuhi asap tebal. Mereka khawatir akan kesehatan pernapasan warga di sana.

“Entah Kalimantan dibakar atau terbakar, yang pasti jutaan hewan jadi korban, jutaan pohon hangus terbakar, jutaan bayi dan manusia sesak nafas menghirup asap #prayforkalimantan,” kata @rebukanrain.

“Minta doanya teman2 untuk kami yang di Kalimantan dan semoga keadaannya disini cepat membaik,” tulis @sellaputrilifia.

“Pray for Kalimantan 😭 semoga kuasa Allah segera turunkan hujan untuk 🤲 memadamkan karhutla,”doa @han_javanese.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi ribuan titik panas di Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di Kalimantan. Data pada 20 Agustus 2026 mencatat bahwa ada 1.106 titik panas di Kalimantan.

Rinciannya, 521 titik berada di Kalimantan Barat, 424 titik di Kalimantan Tengah, 103 titik di Kalimantan Timur, 40 titik di Kalimantan Selatan, dan 18 titik di Kalimantan Utara.

Sementara itu, Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan angka berbeda karena sumber dan metode pemantauannya berbeda. Berdasarkan pantauan satelit NOAA-20 pada 20 Agustus, terdapat 1.487 hotspot di Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik dan Kalimantan Barat 560 titik.

Kondisi kering turut meningkatkan risiko karhutla. BMKG menyebut El Niño berada pada intensitas kuat dan sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa risiko karhutla diperkirakan mencapai tingkat tertinggi pada Agustus-September, termasuk di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!