x

3 Bandara Ditutup Sementara Akibat Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

2 minutes reading
Sunday, 6 Sep 2026 09:06 0 184 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Tangerang: AirNav Indonesia memperbarui NOTAM terkait aktivitas penerbangan di sejumlah bandara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Terbaruz AirNav memutuskan melakukan penutupan sementara tiga ruang udara dari bandar udara yang terdampak abu vulkanik gunung tersebut.

EVP of Corporate Secretary Hermana Soegijantoro menjelaskan, ketiga bandara yang ditutup sementara yakni Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) di Banten dan Bandara Radin Inten II (WILL) di Lampung.

“Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan ditutup sementara melalui NOTAM A3345/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 07.20 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 10.00 WIB,” terangnya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).

Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup berdasarkan NOTAM A3344/26 (NOTAMR A3341/26) sejak 6 September pukul 04.52 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 09.30 WIB.

Bandara Radin Inten II juga ditutup sementara berdasarkan NOTAM B1123/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 04.18 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 08.00 WIB.

Lanjut Hermana, penutupan sementara di tiga bandar udara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai perkembangan kondisi.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara intensif. Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), kata Hermana,  AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi aeronautika diperbarui secara tepat waktu.

“AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan dalam memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan informasi keselamatan penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.
AirNav Indonesia akan terus memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan,” ujarnya. (Ty)

 

LAINNYA
x
error: Content is protected !!