x

Kematian Tak Wajar Prajurit TNI AU di Magetan, Pomau Turun Tangan

2 minutes reading
Friday, 11 Sep 2026 12:18 0 126 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Kasus kematian Prajurit TNI AU di Magetan, Jawa Timur (Jatim), bernama Serda Ahmad Muzammul Farisa (AMF) yang dinilai tak wajar, mulai menjadi perhatian TNI AU. Pomau pun turun tangan mengusut kasus ini

“Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan kekerasan yang dialami Serda AMF untuk mengungkap secara utuh kronologi serta fakta-fakta yang berkaitan dengan kejadian tersebut,” demikian keterangan TNI AU lewat akun Instagram @militer.udara, Jumat (11/9/2026).

Atas wafatnya Serda AMF, TNI AU turut menyampaikan dukacita yang mendalam pada Kamis (10/9/2026). TNI AU turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ungkapnya.

TNI AU memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pihak yang dinyatakan bersalah akan diberi sanksi.

“Pomau telah meminta keterangan dari sejumlah pihak serta mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang diperlukan. Pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung,” katanya.

Prajurit TNI AU Meninggal Tak Wajar

Prajurit TNI AU, Serda Ahmad Muzammul Farisa, diduga meninggal secara tak wajar. Ayah Serda Ahmad, Toni Eko Prasetyo, mengatakan anaknya mengalami luka di wajah dan dada.

“Luka di wajah bagian dagu dan bagian dada infonya,” kata Toni seperti dilansir detikcom, Jumat (11/9/2026).

Dia mengetahui kondisi jasad anak pertamanya itu melalui kiriman file foto. Jenazah Serda Ahmad tiba di rumah duka pada dinihari tadi karena lebih dulu diautopsi di Jakarta.

Toni mengatakan putranya diduga meninggal akibat jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya sekitar 4 orang saat di asrama pada Kamis pagi (10/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Toni sempat mendapat kabar simpang siur soal penyebab tewas anaknya.

“Pukul 04.00 WIB saya dihubungi bahwa anak saya meninggal dunia karena kecelakaan. Tapi ada teman lainnya menginfokan jika tidak kecelakaan, tapi dianiaya senior,” ucap Toni. (Rz/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!