x

TNI-Polri akan Turun Tangan Kumpulkan Data Penerima Bansos

2 minutes reading
Wednesday, 30 Sep 2026 20:42 0 87 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, meminta semua pihak baik dari pemerintah hingga masyarakat sipil perlu terlibat dalam mendata penerima bantuan sosial (bansos) baru yang sedang digodok pemerintah. Hal ini, kata Luhut, dimaksudkan untuk mengumpulkan data warga penerima bansos yang lebih akurat selama proses pemadanan data lintas Kementerian dan Lembaga dilakukan pemerintah.

“Jadi TNI, Polri, Kementerian Agama, penyuluh pertanian, semua kita libatkan. Ini menurut saya satu gerakan nasional yang diarahkan Presiden yang menurut saya sangat baik sekali,” ujar Luhut, dikutip dari detikFinance, Rabu (30/9/2026).

Secara khusus Luhut mengatakan untuk mendata warga yang tinggal di kawasan terpencil atau sulit diakses, pemerintah akan meminta Babinsa, Bhabinkamtibmas, TNI/Polri, hingga aparatur desa untuk ikut menjadi agen pengumpul data tersebut.

“TNI, Polri, Babinsa, Babinkamtibmas, ASN, pegawai di gunung-gunung sana, di gunung-gunung, di kampung-kampung itu yang sulit dicapai mungkin oleh orang yang punya HP, itu TNI-Polri itu turun,” katanya.

Tak hanya pihak-pihak yang terlibat dengan pemerintah, Luhut juga mendorong agar masyarakat sipil pada umumnya juga ikut terlibat dalam proses pendapatan ini dengan menjadi relawan.

“Anda juga bisa jadi agen. Jadi bukan saya saja yang jadi agen,” kata Luhut.

Di luar itu, sebelumnya Luhut sempat menargetkan jumlah data warga penerima bansos yang dikumpulkan hingga akhir tahun ini setidaknya mencapai 48-50 juta orang. Di mana untuk saat ini jumlah data yang sudah berhasil dikumpulkan sekitar 5,5 juta hingga 6 juta orang.

Atas dasar inilah ia sangat mendorong kerja sama seluruh lapisan masyarakat, termasuk para anggota TNI/Polri tadi untuk terlibat sebagai agen pendataan penerima bansos. Dengan asumsi ada 500 ribu agen, dan masing-masing mendata dua orang per hari, maka bisa dicapai 30 juta orang dalam satu bulan.

“Ya sekarang baru 6 juta kali ya. Tapi makanya kita bikin ramai-ramai ini supaya angka ini bisa cepat, dan kita yakin bisa. Karena kalau per hari, kalau kita punya nanti 500 ribu agen. Ya tiap agen ambil 2 orang saja, 1 juta kan. Jadi 1 juta kalau ya 30 hari, 30 juta,” pungkasnya. (Ka/dtc)

LAINNYA
x