x

Puluhan Siswa SMP di Mojokerto Diduga Keracunan MBG, 9 Orang Masih Dirawat

3 minutes reading
Wednesday, 7 Oct 2026 20:25 0 81 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Mojokerto: SMPN 1 Mojoanyar, Mojokerto, Jawa Timur (Jatim) geger setelah 44 orang siswanya mengalami sakit perut, pusing, mual, muntah dan diare diduga karena keracunan usai menyantap MBG. Bahkan hingga saat ini, 9 siswa masih dirawat intensif di Puskesmas Gayaman.

Kepala SMPN 1 Mojoanyar, Ely Rosidah menjelaskan kegaduhan di sekolahnya terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Banyak siswa yang mengantre di kamar mandi sekolah karena mereka mengalami diare.

Tidak hanya itu, para siswa juga mengeluh sakit perut, pusing, mual dan muntah sehingga harus dilarikan ke Puskesmas Gayaman dan RS Gatoel.

“Awalnya kami bawa ke UKS, sampai UKS penuh. Kemudian kami hubungi Puskesmas, langsung dikirim tenaga kesehatan dan ambulans,” jelasnya kepada wartawan di SMPN 1 Mojoanyar, Rabu (7/10/2026).

Salah satu korban keracunan, Alvina (14), salah satu siswi kelas 8G SMPN 1 Mojoanyar mengaku mengalami sakit perut dan diare setelah menyantap MBG di sekolahnya pada Selasa (6/10) siang.

Menu MBG saat itu berupa sate ayam, saus kacang, nasi, acar timun dan wortel, serta anggur muscat. Makan bergizi gratis tersebut dipasok SPPG Jabon Mojoanyar, Yayasan Kajian Fiqih Aswaja di Perumahan Graha Kahuripan, Desa Jabon, Mojoanyar, Mojokerto.

“Saat di sekolah sekitar jam 9 tadi sakit perut dan muntah satu kali,” ungkapnya di Puskesmas Gayaman.

Begitu pula yang dirasakan Azahra Safira (14), siswi kelas 8A SMPN 1 Mojoanyar. Menurutnya, MBG dibagikan kepada para siswa pada Selasa (6/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu ia juga memakan menu yang sama, sate ayam, saus kacang, nasi, acar timun dan wortel, serta anggur muscat.

“Kemarin sekitar habis magrib perut mules dan diare, pusing, mual juga. Tadi di sekolah pusing, mual, muntah, sakit perut dan diare. Akhirnya dibawa ke UKS, lalu dibawa ke Puskesmas,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati menjelaskan bahwa 17 siswa SMPN 1 Mojoanyar dilarikan ke fasilitas kesehatan karena mengalami sakit perut, mual, muntah, pusing dan diare. Dari jumlah itu, 16 siswa dirawat di Puskesmas Gayaman dan 1 siswa di RS Gatoel atas kehendak orang tuanya.

“Ada yang mengalami keluhan kemarin malam, ada yang baru tadi pagi mulai bergejala. Saat ini, yang masih menjalani perawatan 9 siswa, yang 8 siswa sudah pulang,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kata Dyan, 27 siswa lainnya juga mengaku mengalami gejala klinis keracunan. Hanya saja, kondisi mereka sudah membaik sehingga tak sampai dievakuasi ke fasilitas kesehatan. Maka seluruhnya terdapat 44 siswa yang mengalami gejala keracunan.

“Yang tadi mengaku ada keluhan 27 anak, tapi kondisinya baik, sudah pulang anak-anak yang di sekolah tadi,” jelasnya.

Dyan menambahkan, kasus keracunan di SMPN 1 Mojoanyar ini belum bisa disimpulkan akibat MBG. Sebab pada saat masak tahap II, SPPG Jabon Mojoanyar mendistribusikan sekitar 1.500 porsi ke SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar. Sedangkan yang mengalami gejala keracunan hanya 44 siswa.

“Maka jangan justifikasi dulu, makanya perlu kami telusuri, harus ada uji laboratorium,” tandasnya.

LAINNYA
x