x

Pilu! Surat Terbuka Relawan Karhutla Tanjung Puting Viral, Warganet Desak Water Bombing

4 minutes reading
Monday, 12 Oct 2026 07:57 0 140 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Jakarta: Relawan pelaku wisata Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, yang membuat surat terbuka, lamgsung viral di media sosial. Mereka mengaku kewalahan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi tersebut dan meminta pemerintah segera mengerahkan helikopter water bombing.

Surat terbuka yang disertai video pernyataan relawan itu beredar luas sejak Minggu (11/10/2026). Salah satunya diunggah melalui akun Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) di Instagram.

Dalam unggahan tersebut, para relawan mengungkap kondisi pemadaman kebakaran di zona inti Taman Nasional Tanjung Puting yang semakin sulit ditangani. Mereka menyebut upaya pemadaman di darat belum menunjukkan hasil signifikan.

Tim relawan gabungan dari YOHK dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat akhirnya memutuskan menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman.

Salah satu perwakilan relawan, Moncos, mengungkapkan kondisi tersebut melalui unggahan bertajuk “Berhari-hari Melawan Api. Dan Kini, Kami Meminta Pertolongan.”

“Berhari-hari, tim di lapangan berjibaku melawan kobaran api di Taman Nasional Tanjung Puting. Tenaga, waktu, dan segala kemampuan telah dikerahkan. Bantuan telah datang, berbagai upaya telah dilakukan. Namun, api masih menjadi ancaman, sementara kemampuan kami semakin terbatas,” tulisnya.

Moncos mengakui bantuan sudah datang dan berbagai upaya penanganan telah dilakukan. Namun, menurutnya, bantuan yang tersedia belum efektif untuk mengatasi besarnya kebakaran.

“Bantuan memang telah disampaikan. Harapan juga sempat diberikan. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Bantuan dan penanganan yang ada belum efektif untuk mengatasi besarnya kebakaran,” ungkapnya.

Ia menegaskan para relawan kini membutuhkan tindakan konkret, bukan sekadar janji penanganan.

“Kami tidak membutuhkan sekadar janji. Kami tidak membutuhkan harapan yang kembali menggantung. Kami membutuhkan tindakan nyata, sekarang,” tegasnya.

Melalui surat terbuka tersebut, para relawan meminta pemerintah segera meningkatkan penanganan kebakaran, termasuk mengerahkan bantuan pemadaman dari udara.

“Melalui surat terbuka ini, kami memohon kepada pemerintah untuk SEGERA MENGERAHKAN PENANGANAN SKALA BESAR, TERMASUK WATER BOMBING, SERTA MENAMBAH DUKUNGAN ANGGARAN DAN LOGISTIK,” tulisnya.

Moncos juga mengingatkan bahwa para relawan di garis depan telah berjuang dengan segala keterbatasan.

“Jangan biarkan mereka yang berjuang di garis depan terus bertaruh dengan keterbatasan. Jangan biarkan hutan yang menjadi rumah bagi begitu banyak kehidupan habis terbakar sementara kita masih menunggu,” lanjutnya.

Netizen Ramai Desak Water Bombing
Surat terbuka relawan Tanjung Puting mendapat perhatian besar di media sosial. Video yang diunggah melalui akun Instagram @moncos_thepuntal_puntal, @yohk.borneo.indonesia bersama sejumlah akun lainnya telah ditonton lebih dari 4 juta kali dan mendapat lebih dari 286 ribu likes.

Unggahan tersebut dibanjiri komentar warganet yang menyampaikan dukungan kepada para relawan sekaligus mendesak pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi kebakaran.

Aktivis lingkungan hidup sekaligus konten kreator, Andrew Kalaweit, turut memberikan semangat kepada relawan yang berjibaku memadamkan api.

“Semangat teman di lapangan 💪💪,” tulis @andrewkalaweit. Komentarnya mendapat lebih dari 7.400 likes.

Warganet melalui akun Instagram @tsoetjie_ turut mendesak pemerintah mengerahkan bantuan secara maksimal ke seluruh titik kebakaran hutan dan lahan.

“Baca!!!! Kerahkan semua bantuan secara maksimal untuk semua titik Kebakaran Lahan Hutan!!!” tulisnya.

Dukungan lainnya datang dari akun @delfawood yang berharap para relawan tetap diberikan keselamatan.

“Hebat banget kalian para relawan, semoga Allah jaga semuanya dan Allah lembutkan hati pemimpin2 negeri agar lebih banyak lagi bertindak,” tulisnya.

Kekhawatiran juga disampaikan akun @imeldapramita yang menyoroti ancaman kebakaran terhadap habitat orangutan di Tanjung Puting. Dalam komentarnya berbahasa Inggris, ia menyebut kawasan tersebut merupakan habitat penting bagi orangutan yang terancam punah. Ia meminta perhatian internasional untuk membantu memperluas sorotan terhadap kebakaran tersebut.

“Kawasan ini merupakan habitat penting bagi orangutan yang terancam punah, dan ribuan hektare lahan dilaporkan telah terdampak oleh kebakaran tersebut. Satwa liar, hutan, serta masyarakat yang bergantung pada ekosistem ini sangat membutuhkan tindakan segera,” ujarnya.

Kondisi kebakaran Tanjung Puting sebenarnya sudah menjadi perhatian warganet sejak Sabtu (10/10/2026). Akun X @sosmedkeras mengunggah video yang memperlihatkan kondisi kawasan hutan yang dilanda kebakaran.

“Keadaan Taman Nasional Tanjung Puting per hari ini Sabtu 10 Oktober 2026. Para relawan sudah kewalahan, berharap segera dapat bala bantuan dari pemerintah pusat. Segera turunkan hujan Mu ya Rabb,” tulis akun tersebut.

Taman Nasional Tanjung Puting sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi orangutan terpenting di Indonesia. Selain orangutan, kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa liar seperti bekantan, owa, dan beruang madu.

Warganet berharap pemerintah segera memperkuat operasi pemadaman, termasuk mengerahkan helikopter water bombing, sebelum kebakaran semakin meluas. (Ty/dtc)

LAINNYA
x