Banjir lahar Gunung Semeru / Foto: detikcom BICARAINDONESIA-Jakarta : Badan Pemanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga sekitar bantaran sungai kawasan Gunung Semeru untuk waspada usai banjir lahar terjadi karena hujan deras yang mengguyur kawasan gunung tersebut. Banjir lahar terpantau mengalir di Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono, mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai untuk waspada terhadap potensi bahaya banjir lahar.
“Kami mengimbau agar masyarakat di sekitar DAS waspada saat terjadi banjir lahar,” ujar Yudhi, Senin (2/11/2026) seperti dikutip dari detikJatim.
Banjir lahar tersebut terekam alat seismograf di Pos Pengamatan Gunung Semeru dengan amplitudo maksimum mencapai 40 milimeter. Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang merupakan dua jalur aliran yang dilalui banjir lahar Gunung Semeru.
Saatini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Warga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai yang dialiri banjir lahar. (Ka/dtc)