Anak ASN Pilih Mundur dari Unimed Karena Tak Sanggup Bayar UKT

Calon mahasiswa Unimed keberatan UKT terlalu mahal / Foto: Istimewa

BICARAINDONESIA-Medan : Ruth Kristiani, mahasiswa baru di Universitas Negeri Medan (Unimed) terpaksa harus mundur dari kampus negeri tersebut. Anak dari seorang guru ASN ini memilih mundur lantaran tak sanggup dengan uang kuliah tunggal (UKT) yang terlalu mahal.

“Aku nggak lanjut, Rp 6,5 juta (UKT),” kata Ruth Kristiani, dikutip dari detikSumut, Sabtu (13/8/2022).

Ruth mengatakan bahwa dia lulus dari Unimed melalui jalur SBMPTN. Menurutnya UKT yang berjumlah Rp 6,5 juta per semester terlalu mahal.

Usaha, seperti banding penurunan UKT, kata Ruth, sudah ia usahakan. Dia datang tanggal 25 dan 26 Juli yang lalu.

“Hari pertama hari kedua aku datang tanggal 25 (dan) 26 Juli untuk ngajuin banding (UKT),” katanya.

Namun, Ruth yang lulus di Fakultas Ilmu Sosial tersebut mengaku merasa sejak awal menilai pihak Unimed tidak berniat menurunkan UKT nya. Hal itu karena saat dia memberikan berkas pengajuan tersebut dia ditanya apakah anak ASN atau bukan.

“Cuma kayak dari pihak Unimed nya udah nggak niat karena aku anak ASN, pas aku datang mereka cuma nanya ‘anak PNS?’ terus berkas ku ditaruh gitu aja,” ujarnya.

Dia mengungkapkan orang tua perempuannya memang seorang PNS guru, hanya saja orang tua laki-laki hanya supir angkot.

“Mamak ASN guru, ayah supir angkot,” ucap Ruth.

Menurut Ruth, tidak semua semua PNS itu sejahtera, belum lagi tanggungan orang tuanya yang bukan cuma dia sendiri.

“(Aku) anak ketiga dari empat bersaudara, satu di STPP Baptis Medan, satu lagi STKIP Padang Sidempuan, adik sekolah swasta,”ujarnya.

“Orang tahunya kan kalau kita anak ASN udah sejahtera kali hidupnya, padahal hutang yang banyak ini, kecuali kita anak tunggal ini masih ada kakak masih ada adik, jadi nggak selamanya lah anak ASN itu sejahtera” tambah dia.

Ruth berharap ke depannya Unimed lebih bijak dalam menentukan UKT bagi mahasiswa baru. Karena dia menilai Unimed seperti main-main dalam menentukan besaran UKT.

“Harapannya bijaklah dalam memberikan UKT kepada mahasiswa baru, karena ngasih UKT ini kek main-main gitu lho,” katanya.

Karena Ruth tidak diturunkan oleh Unimed setelah melakukan banding, akhirnya dia memilih keluar dari Unimed. Ruth pindah ke Universitas Medan Area (UMA) karena menganggap lebih murah biarpun swasta.

“Aku kan jadinya ambil swasta kan, swasta aja aku di Fakultas Psikologi (UMA) nggak nyampe Rp 6,5 juta, itu udah Fakultas Psikologi nggak nyampe Rp 6,5 juta, aku di UMA Rp 11 juta per tahun, jadi Rp 5,5 lah per semester,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *