x

Coreng Nama Unpad, Oknum Guru Besar Diduga Lecehkan Mahasiswi Asing

3 minutes reading
Thursday, 16 Apr 2026 15:31 0 125 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Bandung: Satu persatu aib kampus beken di Indonesia terkait kasus pelecehan seksual, terus terungkap ke permukaan. Kejadian ini membuat wajah dunia pendidikan di tanah air semakin suram.

Setelah UI dan ITB, kini isu tak sedap turut menerpa Universitas Padjadjaran atau Unpad yang berlokasi di Kota Bandung, Jawa Barat. Semakin miris,  pelecehan itu bukan dilakukan mahasiswa, namun diduga dilakukan oleh oknum guru besar.

Dalam kasus ini, oknum guru besar itu meminta foto mahasiswinya yang sedang mengenakan bikini melalui aplikasi Whatsapp. Mahasiswi yang jadi korban guru besar mesum itu merupakan mahasiswi exchange atau warga negara asing (WNA). Kabar ini semakin heboh setelah bukti obrolan antara mahasiswi dan oknum guru besar itu tersebar di Aplikasi X. Aksi mesum yang dilakukan oknum guru besar itu mendapatkan kecaman dari BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad.

Dikutip dari detikjabar, dalam pernyataan resminya, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, dan Rektorat Universitas Padjadjaran.

“Menanggapi laporan tersebut, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta empati dan solidaritas kepada korban yang terdampak. Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus,” demikian pernyataan yang tersebar, Kamis (16/4/2026).

“BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad menyatakan keberpihakan pada korban serta mendukung penuh seluruh upaya perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban,” tambahnya.

BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad juga menolak setiap bentuk pembiaran dan pelanggengan kekerasan seksual di lingkungan akademik.

“Tidak ada toleransi bagi institusi, organisasi, atau individu yang memilih diam, melindungi pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban,” tegas pernyataan resminya.

BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad juga menekankan pentingnya bagi pihak Dekanat Fakultas Keperawatan untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna menciptakan ruang aman yang inklusif, termasuk pemberlakuan pembatasan interaksi akademik dan non-akademik terhadap pihak yang dilaporkan selama proses penanganan berlangsung.

“Kami berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan kasus ini dengan mengedepankan perspektif korban, prinsip keadilan, serta kehati-hatian, guna memastikan terwujudnya ruang aman bagi seluruh sivitas akademika Universitas Padjadjaran,” pungkasnya.

Berikut imbauan BEM Kema Unpad dan BEM Kema Fkep Unpad kepada seluruh sivitas akademikaUnpad untuk:

1. Mengedepankan empati, menjaga keselamatan bersama, serta menciptakan ruang yang aman di lingkungan kampus

2. Tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang belum terverifikasi

3. Menghindari segala bentuk victim blaming dan narasi yang merugikan korban

4. Menggunakan kanal pelaporan resmi yang telah disediakan oleh pihak kampus apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan seksual.

Sementara itu, pihak Rektorat Unpad hingga kini belum memberikan pernyataan atas peristiwa memalukan tersebut. (Rz/*)

 

 

LAINNYA
x
error: Content is protected !!