BICARAINDONESIA-Medan : Sejumlah mahasiswa dan warga berunjuk rasa di depan PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (UID Sumut), di Jalan KL Yos Sudarso, Medan Barat, Selasa (2/6/2026). Aksi sempat ricuh saat massa mencoba mendekati kantor.
Para demonstran membawa peralatan rumah tangga seperti TV, mesin cuci, dan lampu yang disebut rusak karena sering padam listrik dan tegangan tidak stabil. Mereka menuntut PLN memberi kompensasi ke pelanggan yang dirugikan akibat gangguan listrik beberapa waktu terakhir.
Dalam orasinya, peserta aksi kecewa karena keluhan warga hanya dijawab dengan permintaan maaf Dirut PLN tanpa kepastian ganti rugi. Kericuhan terjadi ketika pagar kantor PLN ambruk karena desakan massa, tapi polisi dan petugas keamanan langsung mengamankan lokasi agar tak ada bentrokan.
Selain ganti rugi, mahasiswa juga menyoroti mutu layanan PLN di Sumut. Menurut mereka, anggaran PLN besar, tetapi pelayanan masih buruk.
Mereka menilai, warga berhak tahu upaya perbaikan apa yang dilakukan PLN supaya gangguan serupa tak terulang. Massa mendesak PLN segera menjelaskan mekanisme pengajuan ganti rugi untuk elektronik yang rusak.