x

Diduga Usai Santap MBG, Ratusan Siswa dari 3 Sekolah di Kediri Derita Mual dan Diare

2 minutes reading
Tuesday, 28 Jul 2026 18:33 0 102 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Kediri: Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga kembali mengambil korban. Kali ini, ratusan siswa dari 3 sekolah di Kediri, Jawa Timur mengeluhkan gangguan kesehatan diduga usai menyantap makanan program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

Untuk membantu para korban, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Kediri, langsung turun lapangan untuk membantu secara medis sekaligus mengumpulkan data dan memastikan penyebab kejadian tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kediri Achmad Khatib mengatakan pihaknya baru menerima laporan pada Senin siang. Setelah itu, tim langsung diterjunkan ke sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan investigasi.

“Kami mendapatkan informasi itu baru kemarin, Senin siang (27/7/2026). Tim langsung saya perintahkan turun ke lapangan untuk menelusuri kasusnya. Informasi detailnya belum ada karena tim masih di lapangan,” kata Achmad Khatib seperti dilansir detikcom, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan data sementara ada sebanyak 201 siswa dari SMPN 1 Kras, MI Barokah Ah-Tahdzib dan SDN Purwodadi 1 yang dilaporkan mengalami gejala berupa mual, muntah, diare, dan pusing. Namun, jumlah itu masih bersifat sementara karena proses pendataan masih berlangsung.

“Data sementara ada 201 anak yang mengalami gejala. Kami masih melakukan penelusuran ke masing-masing lokasi sehingga angka tersebut masih bisa berubah,” kata Khatib.

Meski demikian, Khatib menyebut kondisi para siswa secara umum tidak berat. Dari ratusan siswa yang dilaporkan mengalami keluhan, hanya satu siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit, sementara yang lainnya dapat penanganan dan pemantauan.

“Sementara hanya satu anak yang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Menurut informasi awal, gejala mulai dirasakan siswa setelah mengonsumsi makanan MBG pada Kamis (24/7/2026), kemudian laporan siswa yang mengalami keluhan bertambah pada Jumat (25/7/2026). Namun hingga kini, Dinkes belum bisa menyimpulkan penyebab pasti keluhan tersebut.

Tim Dinkes masih melakukan investigasi di sekolah maupun SPPG. Hasil pemeriksaan itu nanti akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk kemungkinan soal penghentian sementara distribusi MBG apabila diperlukan.

“Ini dilakukan penelusuran nanti kelanjutan terkait SPPG apakah ada suspend, biasanya begitu kalau ada kejadian kita berhentikan sementara. Saat ini tim masih di sana,” pungkasnya. (Rz/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!