x

Diskusi dan Ajari Anak Memotret, Cara PFI Medan Merubah Stigma Kampung Sejahtera

3 minutes reading
Sunday, 10 Jan 2021 14:18 0 115 admin

BICARAINDONESIA-Medan : Tekad merubah image sejak Kampung Kubur berganti nama menjadi Kampung Sejahtera, salahsatunya dengan cara merangkul berbagai organisasi yang bisa membantu masyarakat di kawasan yang sempat dicap hitam itu, ke arah positif.

Atas motivasi itu pula, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan ikut terjun, membantu merubah wajah kawasan di bilangan Jl. KH Zainul Arifin, Kel. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan, lewat kemampuan mereka memotret, dari sekadar hobi atau memang sudah menjadi profesi.

Pemandangan itu pula yang terlihat Ahad pagi (10/1/2021), saat elemen organisasi tersebut menggelar diskusi sambil mengajar anak-anak setempat, tentang mengabadikan momen lewat memotret untuk mengisi kekosongan mereka selama masa pandemi.

PFI bercita-cita, kelak ada fotografer yang berasal dari sana. Materi diskusi yang diberikan pun cukup sederhana. Hanya seputar fotografi dasar dan fotografi ponsel.

“Kita ingin anak-anak di sini bisa memanfaatkan fasilitas ponsel pintar yang mereka miliki jadi alat untuk berkarya,” ujar Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi.

Ini adalah kali pertama diskusi digelar. PFI Medan berencana diskusi digelar secara terus menerus. Nantinya dibarengi dengan praktik yang langsung didampingi oleh para anggota PFI Medan.

“Perlahan kita memberikan pemahaman soal dunia fotografi. Bagaimana mereka bisa mengabadikan sekitar dengan peralatan yang sederhana. Apalagi saat ini telepon pintar sudah dibekali dengan kualitas kamera yang tidak kalah dengan kamera profesional,” ungkap Rahmad.

Rahmat juga menjelaskan, dalam peride keduanya menjabat sebagai ketua, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu misi yang harus dijalankan. Rahmad ingin para jurnalis lebih peka lagi dengan isu-isu sosial.

“Kita ingin para jurnalis ini tidak eksklusif. Sudah tugasnya jurnalis memberikan dampak positif kepada masyarakat selain dari karya-karyanya,” ujarnya.

Sepanjang diskusi berjalan, anak-anak begitu antusias. Materi fotografi yang dibawakan Muhammad Said Harahap juga dikemas secara ringan.

Said juga mengapresiasi antusias anak-anak yang mengikuti diskusi tersebut. Doktor fotografi dari Sumut itu melihat, sebenarnya anak-anak tersebut memiliki potensi yang besar menjadi fotografer kelak.

“Pastinya itu harapan kita. Bagaimana nanti setelah dewasa, mereka bisa menjadi fotografer yang andal. Sehingga sangat tepat jika mereka diberikan pemahaman fotografi dasar sejak sekarang,” ujar Said.

Para peserta diskusi berkali-kali terperangah ketika Said memperlihatkan karya-karyanya yang dijepret hanya dengan kamera ponsel. Itu pun semakin membuat mereka terpacu. Sesekali mereka pun melontarkan pertanyaan yang sedikit menggelitik soal fotografi.

“Ke depan kita berharap PFI Medan bisa terus memfasilitasi anak-anak ini untuk belajar. Jangan kita sia-siakan niat dan kemauan mereka. Ini adalah salah satu bentuk upaya kaderisasi jurnalis foto sejak dini,” ujar Said didampingi Ketua Pemuda-Pemudi Kampung Sejahtera (PPKS) Aminurrasyid.

Tanggapan positif datang dari Sekretaris PPKS Ahmad Akbar yang sangat mengapresiasi program PFI Medan. Menurutnya, PPKS memang tengah membutuhkan pendampingan dari komunitas-komunitas untuk merubah stigma buruk yang selama ini melekat.

“Kegiatan seperti ini sangat memberikan edukasi kepada warga kami di sini. Saya berharap, ilmu yang diberikan bisa diimplementasikan di waktu mendatang dan memberikan dampak bagi Kampung Sejahtera,” ungkapnya.

PFI Medan tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam menggelar diskusi fotografi di Kampung Sejahtera. Para peserta diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak sepanjang acara  berlangsung.

Editor : Teuku/rel

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x