x

Ditpolairud Baharkam Polri Ungkap Lokasi Pembuatan 16 Ton Bahan Peledak Bom Ikan

2 minutes reading
Monday, 28 Dec 2020 09:26 0 186 admin

BICARAINDONESIA-Surabaya : Tim gabungan Ditpolairud Baharkam Polri, menggerebek sebuah lokasi penyimpanan 16,375 ton bahan peledak bom ikan di wilayah Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kabaharkam Polri), Komjen Agus Andrianto mengakan, kasus ini diungkap oleh tim gabungan Baharkam Polri.

“Ada barang bukti dan tersangka,” ungkap Agus Agus Andrianto dalam keterangan persnya yang digelar di Mapolda Jawa Timur, Senin (28/12/2020).

Didampingi Kakorpolairud Baharkam Polri, Kapolda Jatim, Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, dan Kasubdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, secara rinci mantan Kapolda Sumut itu menjelaskan, barang bukti yang disita yakni potasium chlorate sebagai bahan baku bom ikan dengan jenis potassium chlorate (KCL03) sebanyak kurang lebih 2.400 kg, beserta pemiliknya MB yang kini berstatus tersangka.

Keterangan pers yang dipimpin Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto/foto : ist

“Dari hasil pemeriksaan sementara bahan baku tersebut pesanan seseorang di Makassar, Sulawesi Selatan. Tersangka MB menjual dengan harga Rp35 ribu per kilogramnya. Ada juga sumbu detanator yang dijual terpisah dengan harga Rp20 ribu per unit,” ungkapnya.

Lebih jauh Komjen Agus menerangkan, tersangka telah menjalani bisnis ini selama dua tahun sejak 2018 lalu. MB diketahui merakit sendiri bom ikan di rumahnya dengan cara menggunakan botol air mineral yang diisi dengan potasium chlorate yang dicampur belerang dan arang.

“Setelah itu, botol yang berisi bahan peledak bom ikan diberi detanator yang nantinya dibakar dan menghasilkan ledakan,” jelasnya.

Atas keberhasilan yang diungkap Tim gabungan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri (tim Satgas Gakkum, tim Opsnal Subdit Intelair, tim kapal patroli KP Balam-40217, tim kapal patroli KP Eider-3003) bersama dengan Polres Bangkalan dan Ditpolairud Polda Jatim, laut Indonesia bisa terselamatkan dari bahaya bom ikan, yang sama-sama diketahui dapat merusak terumbu karang dan spesies ikan maupun biota laut lainnya.

“Dengan Asumsi satu buah bom ikan diledakkan, memiliki daya ledak radius 50 meter persegi. Sehingga dari keseluruhan total barang bukti, daya ledak yang ditimbulkan dapat menimbulkan kerusakan seluas 350 hektare,” beber jenderal bintang tiga itu.

Penulis/Editor : Yudis

 

 

No Comments

Leave a Reply

LAINNYA
x