Aparat Polda Metro Jaya menghalau bentrokan salan proses eksekusi Hotel Sultan Jakarta/foto: Liputan6.com BICARAINDONESIA-Jakarta: Proses eksekusi dan pengosongan kawasan Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, berujung bentrok, Kamis (18/6/2026). Mereka diduga berupaya menghalangi jalannya eksekusi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada awak media mengungkapkan, pihaknya sudah mengamankan ratusan orang terduga provokator.
“Tang diamankan bukan penghuni apartemen maupun tamu hotel, melainkan massa yang diduga dimobilisasi untuk menghambat proses eksekusi,” ungkap Budi
Ia menyebut jumlah massa yang dimobilisasi diperkirakan mencapai 500 orang. Namun, asal-usul mereka masih didalami oleh penyidik.
“Ini kami luruskan. Jadi mereka adalah massa yang dimobilisasi untuk mencoba menghalang-halangi dalam proses penyitaan aset di lokasi ini,” kata dia.
Selain itu, kata Kombes Budi, bentrokan yang terjadi juga mengakibatkan 29 orang mengalami luka-luka. Korban terdiri dari personel kepolisian, anggota TNI, dan masyarakat sipil.
“26 petugas yang luka ringan akibat lemparan batu dari massa yang berada menduduki area eksekusi. Dari TNI satu terluka di bagian pelipis, dan dari masyarakat sipil ada dua orang yang berada pada saat pelaksanaan eksekusi,” ungkapnya.
Budi menambahkan, seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan medis.
Dalam insiden tersebut, Wakil Menteri ATR/BPN Bambang Eko Suhariyanto juga diketahui terkena lemparan batu di bagian kaki. Begitu juga dengan Kivlan Zen, kuasa hukum yang mengaku dari pihak pewaris.
Proses eksekusi aset di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK) atau kawasan Hotel Sultan berlangsung ricuh. Massa yang berada di lokasi melempari aparat gabungan TNI dan Polri menggunakan batu serta botol.
Dilansir dari Liputan6, kericuhan bermula saat massa memblokade halaman hotel dan mengadang kedatangan personel TNI-Polri bersama juru sita yang akan melaksanakan eksekusi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung sempat mengimbau massa agar meninggalkan area halaman Hotel Sultan. Namun, upaya persuasif tersebut tidak membuahkan hasil dan situasi justru memanas.
Personel gabungan yang dilengkapi tameng kemudian berupaya memasuki area yang telah dipasangi kawat berduri. Saat itulah massa mulai melempari petugas dengan batu dan botol.
Bentrok pun tidak terhindarkan. Untuk mengendalikan situasi, polisi mengerahkan satu unit water cannon dari dua unit yang telah disiagakan di lokasi.
Setelah semprotan water cannon diarahkan ke massa, sejumlah orang berhamburan meninggalkan lokasi. Sebagian mundur ke berbagai arah, sementara lainnya masuk ke dalam area hotel.
Kondisi tersebut dimanfaatkan aparat gabungan untuk mengamankan situasi dan mengejar massa yang telah terpencar. Petugas juga mengimbau orang-orang yang masih berada di dalam hotel agar segera keluar dari lokasi. (Rz/Lip6)