x

Gunung Anak Krakatau Ada di Level Siaga Usai 7 Kali Erupsi

3 minutes reading
Sunday, 1 Nov 2026 07:14 0 120 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM, mencatat Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi  sebanyak 7 kali pada Sabtu (31/10/2026) sore hingga malam. Kini, Gunung Anak Krakatau berada pada siaga.

“Telah terjadi erupsi G Anak Krakatau, Lampung, pada tanggal 31 Oktober 2026 pukul 20.50 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” tulis Badan Geologi dalam laporannya pukul 21.38 WIB, Sabtu (31/10).

“Saat ini G Anak Krakatau berada pada status level III (Siaga),” lanjut Badan Geologi.

Berikut data erupsi Gunung Anak Krakatau malam ini berdasarkan laporan PVMBG Badan Geologi:

– Pukul 18:30 WIB
Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Tidak terdengar dentuman dan gemuruh.

– Pukul 19:42 WIB
Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Tidak terdengar gemuruh dan dentuman.

– Pukul 19:59 WIB
Tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi ± 1 menit 10 detik. Tidak ada dentuman terdengar

– Pukul 20:02 WIB
Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi ± 1 menit 57 detik. Tidak ada gemuruh dan dentuman yang terdengar.

– Pukul 20:06 WIB
Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi ± 2 menit 36 detik. Tidak terdengar gemuruh dan dentuman.

– Pukul 20:11 WIB
Tinggi kolom letusan tidak teramati.

– Pukul 20:50 WIB
Tinggi kolom abu tidak teramati.

Lebih lanjut, Badan Geologi juga memperingatkan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk tidak memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km.

“Masyarakat di sekitar Gunung Api Anak Krakatau dan pengunjung atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau,” imbuhnya.

Selain itu, masyarakat juga tidak diperbolehkan memasuki wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Api Anak Krakatau,” kata Badan Geologi.

Kemudian, Badan Geologi juga mengimbau agar masyarakat waspada dan tidak mempercayai isu-isu Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami.

“Masyarakat harus ⁠meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km,” tuturnya.

“Kemudian, masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami,” tutup Badan Geologi. (Ka/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!