x

Imbas Karhutla di Kalimantan, Malaysia Tutup 600 Sekolah

2 minutes reading
Friday, 21 Aug 2026 20:49 0 59 Teuku Yan

BICARAINDONESIA-Malaysia: Salah satu kawasan di Malaysia yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan, adalah Sarawak.

Dampak dari kabut asap itu, kegiatan sehari-hari masyarakat Negeri Jiran itu terganggu. Imbasnya, pemerintah setempat menutup sementara 600 sekolah yang menampung 200.000 siswa.

Wilayah yang paling parah terdampak di Sarawak adalah Serian, perbatasan dengan Kalimantan, Indonesia. Indeks polusi udara di wilayah tersebut mencapai angka 239 atau sangat tidak sehat.

Kabut asap ini diketahui mengandung partikel PM2,5, yaitu partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru. Para ahli kesehatan memperingatkan paparan partikel kabut asap dalam jangka lama dapat memicu gangguan kesehatan seperti batuk, asma, dan sesak napas.

Khoo Yoong Khen, ahli kesehatan masyarakat dan asisten profesor di Duke-NUS Medical School, mengatakan paparan berulang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut maupun kronis. .

Menurutnya, kegiatan di luar ruangan sebaiknya dihentikan ketika kualitas udara memburuk dari tingkat “tidak sehat” menjadi “sangat tidak sehat” atau “berbahaya” mengingat anak-anak sangat rentan terhadap polusi kabut asap.

“Alergi dan asma pada anak-anak juga umum terjadi, sehingga kondisi tersebut dapat dipicu oleh kabut asap,” ujarnya dalam The South China Morning Post (SCMP), Jumat (21/8/2026).

Penyebabnya dari Kebakaran Hutan Kalimantan

Data satelit waktu nyata dari Sistem Informasi Kebakaran untuk Manajemen Sumber Daya (FIRMS) milik NASA, terlihat aktivitas kebakaran yang meluas di wilayah Kalimantan, Indonesia. Kebakaran itu dinilai sulit dipadamkan mengingat lahan gambut yang terus mengobarkan api hingga berminggu-minggu.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia, Arthur Joseph Kurup, mengatakan pemerintah telah memantau situasi kabut asap di Sarawak dan wilayah lain di Semenanjung Malaysia sejak 8 Agustus. Kurup memperingatkan suhu ekstrem akibat fenomena ElNino dapat memperparah kabut asap. Ia menambahkan bahwa berbagai langkah akan dilaksanakan berdasarkan Rencana Aksi Nasional Kabut Asap, sementara Malaysia juga akan meningkatkan koordinasi regional.

Kurup juga telah mengadakan pembicaraan dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia untuk mengoordinasikan upaya penanganan titik api.

“Berdasarkan Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas, Tingkat Siaga 2 diaktifkan pada tanggal 3 Agustus,” demikian dilaporkan oleh harian lokal Malaysia.

Para ahli iklim menyatakan tingkat keparahan kabut asap yang berulang di kawasan ASEAN sangat bergantung pada kondisi cuaca, musim kemarau yang berkepanjangan, dan tertundanya turun hujan. Hasilnya, kebakaran akibat pembukaan lahan menjadi lebih hebat dan meluas. (Rz/dtc)

LAINNYA
x
error: Content is protected !!