x

Indonesia Larang Penerbangan 3 Pesawat Lion Air terkait Skandal Boeing

2 minutes reading
Wednesday, 10 Jan 2024 21:24 0 105 Iki

BICARAINDONESIA-Jakarta : Tiga pesawat Lion Air dilarang oleh Pemerintah Indonesia untuk beroperasi. Melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, pemerintah melakukan pelarangan tersebut terkait skandal terbaru dari Boeing 737 Max 9 yang digunakan Lion Air.

Boeing 737 Max 9 yang digunakan Alaska Airlines, Jumat (5/12/2024), melakukan pendaratan darurat karena penutup pintu di badan pesawatnya jebol.

Dithub Kemenhub telah berkoordinasi dengan pihak Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat Regional Asia Pacific, Boeing, serta Lion Air sebagai maskapai nasional yang menggunakan pesawat itu.

“Berdasarkan ulasan dan evaluasi oleh Ditjen Perhubungan Udara dan koordinasi dengan Lion Air, diputuskan untuk memberhentikan pengoperasian sementara pesawat Boeing 737-9 Max sejak tanggal 6 Januari 2024 sampai perkembangan lebih lanjut,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni, dikutip (10/1/2024).

Padahal, Lion Air telah mengatakan, Boeing telah memberikan konfirmasi bahwa tiga unit pesawat Boeing 737-9 MAX milik Lion Air tidak termasuk dalam kategori tersebut. Ada perbedaan tipe pintu Mid Exit dengan pesawat milik Alaska Airlines.

“Berdasarkan hal di atas, Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan review dan evaluasi terhadap pesawat Boeing 737-9 MAX milik Lion Air dengan registrasi PK-LRF, PK-LRG, PK-LRI. Hasilnya, tiga pesawat tersebut tidak memiliki mid exit door plug sebagaimana yang terpasang di pesawat Alaska Airlines, karena Lion Air menggunakan mid cabin emergency exit door type II.

Hasil lainnya, Ditjen Perhubungan Udara telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Kelaikan Udara 24-01-001-U tentang pemberlakuan FAA AD 2024-02-51 yang dikhususkan untuk pesawat B737-9 yang memiliki mid cabin door plug. Pentunjuk itu diterbitkan pawa tanggal 7 Januari 2024 kemarin.

“Ditjen Perhubungan Udara selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak FAA, Boeing, dan Lion Air untuk terus memonitor situasi tersebut. Juga akan memberikan informasi lebih lanjut seiring dengan perkembangan situasi. Keamanan dan keselamatan operasi penerbangan tetap menjadi prioritas kami,” tulis M Kristi.

Editor: Rizki Audina/*

LAINNYA
x