x

Ini Beberapa Kapal yang Diizinkan Iran Lintasi Selat Hormuz, Termasuk RI?

3 minutes reading
Thursday, 26 Mar 2026 16:02 0 89 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Sebuah kapal tanker minyak Thailand berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah pemerintah Thailand dan Iran melakukan koordinasi diplomatik. Koordinasi diplomatik itu dilakukan antara Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow dengan Duta Besar Iran untuk Thailand, Nasereddin Heydari.

Sihasak mengatakan kapal tanker milik Bangchak Corporation itu melintasi Selat Hormuz pada Senin (23/03).

“Saya meminta apakah kapal-kapal Thailand yang perlu melewati selat dapat dibantu untuk memastikan pelayaran yang aman,” ujar Sihasak.

“Mereka menjawab bahwa mereka akan mengurusnya dan meminta kami menyampaikan daftar kapal yang akan melintas,” sambungnya sebagaimana dikutip Bangkok Post.

Lantas negara mana saja yang kapalnya diperbolehkan melintasi Selat Hormuz?

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak sepenuhnya ditutup.

“Banyak pemilik kapal, atau negara pemilik kapal-kapal tersebut, telah menghubungi kami dan meminta agar kami memastikan keselamatan pelayaran mereka melalui selat,” ujar Araghchi, seperti dikutip kantor berita Reuters.

“Untuk sejumlah negara yang kami anggap bersahabat, atau dalam kasus tertentu yang kami nilai perlu, angkatan bersenjata kami telah memberikan pengawalan secara aman,” lanjutnya.

“Seperti yang Anda lihat dalam pemberitaan: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal India melintas beberapa malam lalu, begitu pula dari negara lain, bahkan Bangladesh, saya kira. Negara-negara ini berbicara dan berkoordinasi dengan kami, dan hal ini akan terus berlanjut di masa depan, bahkan setelah perang berakhir,” kata Araghchi.

Berdasarkan data pelayaran Kpler menunjukkan hanya 99 kapal yang melewati selat sempit tersebut sepanjang bulan ini, atau rata-rata lima hingga enam kapal per hari.

Padahal sebelum perang, sekitar 138 kapal melintasi selat itu setiap hari, berdasarkan data Joint Maritime Information Centre. Kapal-kapal itu diandalkan untuk membawa seperlima pasokan minyak global.

Sejumlah kapal yang berhasil melintasi Selat Hormuz tampak memilih rute yang lebih panjang dari biasanya.

Araghchi juga menyatakan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan negara-negara yang dianggap sebagai musuh atau pihak yang terlibat dalam konflik saat ini tidak akan diizinkan melintas. Ia mengatakan bahwa kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Teluk yang berperan dalam krisis yang berlangsung tidak akan diberi izin transit.

“Kami berada dalam keadaan perang. Kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal milik musuh dan sekutu mereka melintas. Namun selat tetap terbuka bagi pihak lainnya,” katanya pada Rabu (25/03).

Pernyataan Araghchi itu sejalan dengan pernyataan yang diunggah oleh perwakilan Iran untuk PBB.

Dalam unggahan di X, Teheran menyatakan bahwa “kapal-kapal yang tidak bermusuhan” akan diizinkan melintasi Selat Hormuz, asalkan mereka berkoordinasi dengan “otoritas Iran yang berwenang.”

Kapal-kapal yang berhasil melintasi Selat Hormuz sejak awal bulan ini mencakup kapal dari China, India, dan Pakistan.

Lalu, bagaimana dengan kapal-kapal Indonesia?

Dua kapal tanker Pertamina milik Indonesia hingga 26 Maret 2026 masih tertahan di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz. Keduanya adalah PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Sebagaimana tertera pada situs MarineTraffic, kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di sebelah utara Kota Dammam, Arab Saudi. Adapun kapal Gamsunoro berada di dekat pesisir Kuwait dan Irak.

Berdasarkan pernyataan Pertamina International Shipping, kapal Pertamina Pride mengangkut kargo untuk kebutuhan energi nasional. Sedangkan Gamsunoro melayani pengangkutan untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina).

“Keselamatan kru dan kargo menjadi prioritas kami. Pertamina Group mengoperasikan 345 kapal sehingga kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan energi dalam negeri,”ujar Vega Pita, Pjs. Sekretaris Korporat Pertamina International Shipping, melalui akun resmi Instagram @pertaminainternationalshipping.

Saat ini, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia masih melakukan komunikasi dengan otoritas Iran agar dua kapal Pertamina tersebut diizinkan melintasi Selat Hormuz.

LAINNYA
x
error: Content is protected !!