x

Kampung Boncos Kembali Digerebek, Polisi Temukan Alat Isap Sabu

2 minutes reading
Monday, 19 Oct 2026 14:47 0 108 Ika Lubis

BICARAINDONESIA-Jakarta : Kawasan Kota Bambu Selatan atau yang dikenal Kampung Boncos, Jakarta Barat kembali digerebek Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Hasil operasi, polisi menemukan alat isap sabu (bong) hingga pipet untuk mengonsumsi narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan, operasi tersebut merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Operasi melibatkan 101 personel gabungan dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Ditsamapta, Satbrimob, Bidpropam, Biddokkes, Bidhumas, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, POM TNI, serta Satpol PP DKI Jakarta.

Kegiatan tersebut, kata Bismo, tidak hanya diarahkan pada penegakan hukum, tetapi juga pencegahan agar lokasi yang telah ditangani tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas serupa.

“Pemberantasan narkotika harus berjalan bersama dengan pemulihan kawasan. Kami melakukan pemeriksaan dan penindakan secara terukur terhadap setiap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, sekaligus mendorong agar lingkungan tersebut tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas serupa,” ujar Bismo, dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Dalam penyisiran ini, tidak ada tersangka yang diamankan. Petugas menemukan tujuh alat hisap, 10 pipet, dua pak sedotan, 10 korek api, satu palu, dua gunting, dan empat cutter. Seluruh barang tersebut dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mendorong penanganan narkotika tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pencegahan dan kepedulian terhadap lingkungan. Informasi dari masyarakat sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika kembali muncul,” kata Budi. (Ka/dtc)

LAINNYA
x