Dikutip dari Sky News, Kamis (29/1/2026), insiden itu juga menyebabkan dua orang turis lainnya mengalami luka ringan. Kepolisian Kerajaan Oman mengatakan seorang pemandu wisata dan seorang kapten kapal juga berada di kapal tersebut.
“Investigasi masih berlangsung untuk menentukan penyebab kejadian,” kata polisi.
Dalam sebuah unggahan di X, lambung kapal yang terbalik terlihat mengapung di air. Menurut Oman Daily Observer, kapal tersebut sedang dalam perjalanan menuju Kepulauan Ad Dimaniyat, tempat snorkeling populer bagi wisatawan, bisa dibilang sebagai yang terbaik di wilayah tersebut.
Mengutip salah satu operator, surat kabar tersebut melaporkan bahwa insiden itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 9 pagi, saat itu kondisi tiba-tiba memburuk.
Otoritas Pertahanan Sipil dan Ambulans Oman mengkonfirmasi di X bahwa mereka dipanggil ke lokasi kejadian dan membagikan foto-foto dari dermaga setelah kejadian.
Mereka juga membagikan wawancara yang diberikan juru bicara mereka kepada stasiun radio Hala FM Oman tentang apa yang terjadi, yang memberikan penjelasan baru tentang tragedi tersebut.
“Saat kami tiba, sejumlah turis telah diselamatkan oleh kapal wisata dan Polisi Penjaga Pantai, dan dalam keadaan sehat,” ujar juru bicara tersebut.
Sebagian besar korban luka adalah lansia, dan beberapa di antaranya menderita panik dan kedinginan terkena air laut.
“Kami mengukur tanda-tanda vital para korban luka dan memberikan oksigen kepada beberapa di antaranya hingga kesehatan mereka stabil,” katanya.
Sementara itu, jenazah korban yang meninggal diserahkan ke pihak berwenang untuk menyelesaikan prosedur hukum. Juru bicara itu juga mengamati bahwa beberapa penumpang tidak mengenakan jaket pelampung selama perjalanan.
Sementara itu, belum ada tanggapan dari Kementerian Luar Negeri Prancis.
Oman, di ujung timur Semenanjung Arab, menjadi destinasi yang menarik wisatawan dengan kegiatan menyelam dan keindahan alamnya. Menurut catatan pemerintah, sekitar empat juta pengunjung datang setiap tahun.