Laporkan Grup Meme di Facebook, Siswa di Tangerang Jadi Buron Internasional

BICARAINDONESIA-Jakarta : Seorang siswa Tangerang Banten berusia 18 menjadi buronan internasional. Ia menjadi buron internasional usai melaporkan grup meme yang ada di Facebook.

Bahkan, seorang netizen Australia bersedia memberikan imbalan 300 dollar Amerika bagi yang berhasil menangkap siswa asal Tangerang itu.

Melansir dari Grid.ID, Sabtu (21/5/2022), awalnya MS yang mengaku anggota dari Indonesian Reporting Commision (IReC) melaporkan grup Facebook Crossovers Nobody Asked For (CNAF), Non Sense Memes, dan beberapa grup lain.

Akibat laporan IReC, akhirnya grup meme Facebook CNAF dihapus paksa oleh pihak Facebook pada tanggal 13 Mei 2019 lalu.

CNAF merupakan salah satu grup meme Facebook terbesar yang berisi lebih dari 500.000 anggota aktif.

Dikutip dari Papermag.com, beberapa grup yang serupa dengan CNAF dikabarkan juga turut dihapus paksa oleh Facebook imbas laporan MS itu.

Hal ini sontak memberikan kemarahan bagi para member dan netizen yang senang dengan konten di grup meme tersebut.

Sementara itu mengutip situs Know Your Meme, netizen yang marah diketahui berhasil menemukan dalang dibalik penghapusan grup mereka.

Tak hanya nama, salah satu netizen dari Indonesia bahkan berhasil membongkar keseluruhan identitas sang pelapor.

Alhasil, identitas MS seketika terkuak.

Admin IReC berinisial MS itu diketahui berasal dari Tangerang, Banten, dan masih berusia 18 tahun. Dan data data pribadi MS disebar-luaskan habis-habisan di Facebook.

Tak sampai itu, MS juga dibully secara virtual hanya gara-gara perbuatannya melaporkan grup meme.

Alasan para netizen ini marah ternyata tidak sembarangan.

Gara-gara aksi nekat MS, grup meme kecil serupa ramai-ramai memutuskan untuk mengubah pengaturannya ke privasi atau rahasia.Mereka pun mengeluarkan beberapa profil yang ketahuan berasal dari Indonesia.

Tak hanya grup konten meme, di beberapa grup lain dengan konten pendidikan maupun grup untuk para pekerja lepas juga melakukan hal yang sama.

Akibat laporan itu, beberapa netizen Indonesia mengaku sampai kehilangan pekerjaan sebagai pekerja lepas gara-gara dikeluarkan dari grup-grup tersebut.

MS pun menjadi rawan terkena persekusi karena data pribadi termasuk nama keluarga, data kependudukan, alamat rumah, hingga tempat dia bersekolah tersebar luas.

Semenjak kasus ini menjadi viral dan memicu kemarahan, sebuah page yang berjudul Teman-Teman Bulu Burung (TTBB) mengaku berusaha menemui MS dan mengamankannya dari persekusi nyata.

TTBB mengaku sudah menemui MS dan keluarga mengenai hiruk pikuk yang terjadi dan berusaha menjadi penengah terkait kasus ini.

Hal ini dilakukan karena kabarnya MS benar-benar sudah menjadi buronan internasional.

Tak hanya itu, disebut ada netizen dari Mexico yang siap menambah imbalan 1000 dollar Amerika bagi siapapun yang bisa menemukan MS.

Dikutip dari unggahan Facebook TTBB, MS telah mengakui kalau kejadian ini merupakan hasil dari aksinya menghapus grup meme tersebut. Ia pun sudah membuat surat permohonan maaf yang dibubuhi dengan materai bertanda tangan hasil dari negosiasinya dengan pihak TTBB.

Berdasarkan beberapa anggota yang menemui MS, siswa 18 tahun itu mengaku melaporkan beberapa grup meme Facebook raksasa karena dianggap mengandung SARA.

Meski dengan alasan seperti itu, para netizen sepertinya masih marah dengan aksi MS.

Hal ini dikarenakan dampak yang terjadi bagi beberapa netizen Indonesia yang mulai dianggap sebagai netizen beracun atau toxic.

Sementara, beberapa netizen justru membuktikan bahwa sistem yang dimiliki Facebook termasuk sosial media lainnya masih belum layak dan terkesan sepihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *